Halloween party ideas 2015



KALIANDA -- Aktivitas gempa tremor menerus Gunung Anak Krakatau setinggi 305 meter di atas permukaan air laut (mpdl)  di perairan bagian selatan Selat Sunda menunjukkan peningkatan sejak empat hari ini.

Kepala Pos Pantau GAK di desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suandi, mengatakan embusan dan letusan GAK beberapa hari terakhir ini tanpa aktivitas.  Sementara aktivtas gempa tremor menerus mengalami peningkatan.

“Walau aktivitas kegempaan tremor menerus mengalami peningkatan.  Status GAK tidak ada peningkatan. Masih tetap waspada level II," kata  Andi,  Kamis (13/9). 

Meski aktivitas kegempaan meningkat, namun di sisi lain aktivitas letusan maupun embusan turun, Andi meminta masyarakat nelayan maupun wisatawan tidak mendekati gunung api tersebut pada radius 2 km dari kawah. 

“Aktivitas masih tinggi dan fluktuatif. Untuk itu,  kami merekomendasikan larangan kepada masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2km,” pesannya. 

Berdasarkan laporan PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau periode pengamatan  Kamis (13/9) pukul 00:00 sampai pukul 12:00 WIB, telah terjadi kegempaan tremor menerus  dengan amplitudo 3-51mm (dominan 45), dan terdengar suara dentuman dan getaran yang lemah dirasakan di Pos PGA.  Visual malam dari CCTV teramati sinar api.

Sedangkan kondisi cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara, timur, dan barat. Suhu udara 24-33 °C, kelembaban udara 41-100 %, dan tekanan udara 0-0 mmHg. 

Sementara periode pengamatan sebelumnya,  Selasa (11/9/2018) pukul 00:00-24:00 WIB, masih terjadi gempa tremor menerus dengan amplitudo 5-60 mm (dominan 45mm), namun tanpa letusan dan embusan. 

Secara visual  gunung berkabut 0-III. Asap kawah tidak teramati dan pada malam hari dari CCTV teramati sinar api. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.