Halloween party ideas 2015



BANDAR LAMPUNG -- Gabah Kering Panen (GKP) ditingkat petani pada Agustus naik sebesar 6,95 persen dari Rp4.485,42 per kilogram menjadi Rp4.796,96 per Kg. Dengan kelompok kualitas, harga gabah ditingkat penggilingan naik sebesar 6,80 persen dari Rp4.578,44 per kg menjadi Rp4.889,78 per kg.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Yeane Irmaningrum menjelaskan harga gabah ditingkat petani naik di bulan Agustus. Peningkatan rata-rata harga kelompok kualitas GKP di tingkat petani sebesar 6,95 persen dari Rp4.485,42 per kg menjadi Rp4.796,96 per kg. Harga itu berada diatas HPP yaitu Rp. 3.750,00 per kg.

"Harga gabah tertinggi di tingkat petani mencapai Rp5,5 ribu per kg pada gabah kualitas GKP dengan Varietas Ciherang dari kecamatam Trimurjo, Lampung Tengah dan harga gabah terendah Rp4 ribu per kg kualitas GKP Varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu," kata Yeane, Rabu (5/9).

Menurutnya, harga tersebut berada diatas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yaitu Rp3,7 ribu per kg. Sedangkan ditingkat penggilingan, harga gabah tertinggi berada dinilai Rp5.650,00 per kg kualitas GKP dengan varietas Ciherang di Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah dan harga terendah kualitas GKP Rp4.050,00 per kg dengan varietas Ciherang dari Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu.

Kendati demikian, lanjutnya, Nilai Tukar Petani Lampung di bulan Agustus ini mengalami penurunan 0,16 persen untuk subsektor padi dan Palawija dinilai 116,51, Hortikultura sebesar 96,03, tanaman perkebunan rakyat 92,721, peternakan 117,29, perikanan tangkap 116,51, dan perikanan budidaya 195,10. Secara keseluruhan NTP Lampung tercatat sebesar 105,40.

"Dibulan Juli - Agustus ini memang beberapa komoditas mengalami penurunan harga, antara lain pada komoditas subsektor hortikultura dan perkebunan, seperti pada cabe merah, cabe rawit, dan beberapa jenis sayuran dan buah, kelapa, kopi, kakao, kelapa sawit, dan lada," ujarnya.

Sedangkan subsektor tanaman pangan, peternakan, perikanan tangkap, dan subsektor perikanan budidaya mengalami kenaikan harga antara lain pada komoditas gabah, ketela pohon/ubi kayu, beberapa ikan tangkap dan beberapa jenis ikan budidaya. Secara rinci NTP Agustus disubsektor pertanian tanaman pangan naik 0,96 persen.

Lalu subsektor tanaman hortikultura turun sebesar 0,08 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat turun sebesar 2,59 persen, subsektor peternakan naik sebesar 1,14 persen, subsektor perikanan tangkap naik sebesar 2,00 persen, dan subsekter perikanan budidaya naik sebesar 0,66 persen. "Secara gabungan, NTP Lampung turun sebesar 0,16 persen," tuturnya. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.