Halloween party ideas 2015



BANDAR LAMPUNG -- Menanggapi harga kopi dalam negeri yang anjlok, Ketua AEKI DPD Lampung Juprius berharap pengusaha tidak melakukan impor kopi, namun membeli kopi produk dalam negeri untuk membantu petani.

"Kalau bisa perusahaan di Lampung jangan impor dong. Jangan kita memasukkan kopi dari luar negeri, serap dulu kopi di dalam negeri," ujarnya, Senin (3/9).

Ia menjelaskan, kopi Lampung terkenal cita rasanya sehingga mutu diakui dunia dan pastinya akan dicari oleh berbagai negara. "Cita rasa kopi kita khususnya Robusta di Lampung untuk blending kopi mereka, walaupun kopi turun, mereka tetap harus beli, kita jangan terpengaruh dengan market London," paparnya.

Menurutnya, berbagai negara yang menjadi langganan kopi Lampung yakni Polandia, Mesir, India dan negara di Eropa lainnya.

"Ini sifat harga turun karena tergantung bursa London, kalau kopi lagi banyak harga keseluruhan turun, tapi jangan impor kita ini, biar kita bisa bantu petani, jadi harga bisa stabil, perusahaan tetap harus beli kopi dalam negeri walaupun tidak banyak," ungkapnya.

Juprius mengungkapkan penyebab merosotnya harga kopi di Lampung bahkan di Indonesia karena meningkatnya produksi kopi di Brazil dan Vietnam tahun ini.

"Kalau disana panennya lebih kan mengganggu juga karena kalau harga kopi di luar negeri murah, kan Indonesia jadi impor, seperti Kapal Api, Mayora dan perusahaan lainnya, mereka impor," kata dia.

Dirinya menambahkan, saat ini harga kopi di dalam negeri Rp23 ribu hingga Rp24 ribu per kg untuk kualitas yang bagus. Namun, perusahaan tergiur dengan harga kopi luar yang murah.

Selain itu, rupiah yang semakin melemah terhadap dolar Amerika Serikat juga menjadi dampak lesunya harga kopi tanah air. (*)



Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.