Halloween party ideas 2015



BANDAR LAMPUNG -- Sejak beberapa hari terakhir harga kopi di Lampung terus merosot, akibatnya petani lebih memilih menyimpan kopi dibandingkan menjual, sambil menunggu harga kembali stabil.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perdagangan Lampung Ferynia mengatakan bahwa pilihan petani menyimpan kopi pada saat harga turun merupakan solusi yang tepat. Di daerah tertentu seperti Talangpadang memiliki sistem resi gudang (RSG) yang mampu menampung hingga ribuan ton.

"Ketika harga anjlok yang terbaik adalah disimpan, tentu ada mekanismenya. Di Talangpadang punya sentra kapasitas 2 ribu ton, bisa disesuikan berapa kebutuhan mereka," kata Ferynia, Selasa (4/9).

Menurutnya ketika kopi masuk di resi gudang bank bisa membayar 70% dari harga hari itu, sehingga ketika harga naik bisa dikonfersikan sesuai dengan harga. "Dengan sistem resi gudang, petani lebih diuntungkan, pemerintah bersinergi dengan bank, ketika harga turun bank membeli 70% dari harga hari itu. Ketika bulan berikutnya harga naik 100%, tinggal dikonfersi dihitung berapa sebenarnya ini yang bisa menstabilisasi harga," jelasnya.

Tetapi yang menjadi permasalahan, kata dia. adalah tidak semua petani bisa membiayai kebutuhan hidupnya dengan tidak menjual kopi. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.