Halloween party ideas 2015



BANDAR LAMPUNG -- Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Lampung Mulyadi Irsan menjelaskan berbagai masalah yang dihadapi oleh petani lada diantaranya busuk pangkal batang dan kecukupan unsur hara tanah. "Jadi jika busuk pangkal tidak berbuah," kata dia, Kamis (6/9).

Maka, pihaknya akan terus melakukan analisis penyebabnya turunnya produktifitas lada.  Koordinasi juga dilakukan berbagai pihak seperti Dinas Perkebunan, Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, dan Bappeda Lampung yang akan melakukan kerja bersama untuk meraih kejayaan lada Lampung.

Selain itu, perguruan tinggi dan instansi lainnya turut berperan seperti Unila, Polinela, dan BPTP Kementerian Pertanian akan mengawal dibidang produksi pemuliaan dan mencari gen lada yang paling sesuai untuk ditanam di Lampung. "Unila dan BPTP Kementan akan berkonsentrasi meningkatkan produktifitas lada," imbuhnya.

Selain itu, pemerintah harus melakukan hilirisasi guna meningkatkan harga lada. Tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas, namun hilirisasi sangatlah penting.  

"Di Lampung, memang masih belum kuat hilirisasinya. Maka pemerintah bersama stakeholder terkait melakukan pembinaan melalui tim hilirisasi inovasi kepada petani agar bisa menghasilkan produk turunan dari lada dalam rangka menjawab tantangan global," ungkapnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya produk olahan,lada bisa meningkat nilai jualnya. Terlebih saat dolar naik, sehingga tidak lagi impor lada dari Vietnam. "Kita harus bisa buat produk olahan, itu roadmap jangka panjang bahkan bisa ekspor produk turunan," imbuhnya. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.