Halloween party ideas 2015



BANDAR LAMPUNG -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung mengkritisi produksi lada hitam di Provinsi Lampung yang semakin berkurang.

Padahal, lada hitam merupakan produksi unggulan yang dimiliki Lampung sehingga provinsi ini dikenal dengan Tanoh Lado. ”Berkurangnya produksi lada hitam disebabkan kurangnya perhatian terhadap tanaman tersebut," sentil Sekretaris Komisi II DPRD Lampung, Joko Santoso, Selasa (18/9).

Data Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Lampung, ekspor lada hitam provinsi ini pada tahun lalu tercatat. Tahun 2017 ekspor lada hitam Lampung sebesar 195,47 ton, turun 32,23 persen dibanding tahun 2016 yang mencapai 288,47 ton.

Ekspor lada hitam ke negara lain juga turun. Di tahun 2016 bisa ke 33 negara, namun saat ini jadi 24 negara.

Joko mengatakan selain kurangnya perhatian pemerintah, daun lada hitam saat ini banyak yang menguning sehingga sulit mencari bibit baru.

Petani lada hitam harus memanfaatkan tanaman lama tersebut. Sebab, proses penggantian bibit baru memakan waktu cukup lama.

Pemerintah pusat sudah mulai menyoroti berkurangnya ekspor lada hitam ini. Sebab, dulunya Lampung pengekspor lada hitam terbesar di Indonesia.

Terpisah, Kepala Disbunnak Lampung Dessy Desmaniar Romas membenarkan turunnya ekspor lada hitam. Pada tahun ini akan ada anggaran pembelian bibit lada hitam. Namun dia belum bisa memaparkan nilainya.

Selain itu, dia juga akan meminta dorongan Dewan Rempah Indonesia (DRI) Lampung membantu membangkitkan dan meningkatkan kejayaan lada hitam di Provinsi Lampung."Tahun ini dan tahun depan kita akan mencoba membantu petani lada hitam khususnya di Lampung Timur, Lampung Utara, Waykanan, dan Tanggamus seperti sarana dan prasarana,” paparnya.

Bantuan konkret yang diberikan Pemerintah Provinsi Lampung yakni benih lada, alat pengolahan seperti perontok, alat jemur, dan fasilitas pendukung lainnya. (*/rls)

Rehabilitasi Lada Hitam 2018

1. Lampung Timur: luas lahan 525 Ha, pupuk organik 105.000 kg, pestisida 525 liter, dan benih batang 420.000
2. Lampung Utara: luas lahan 200 Ha, pupuk organik 40.000 kg, pestisida 200 liter, dan benih batang 160.000
3. Waykanan: luas lahan 200 Ha, pupuk organik 40.000 kg, pestisida 200 liter, dan benih batang 160.000
4. Tanggamus : luas lahan 200 Ha, pupuk organik 40.000 kg, pestisida 200 liter, dan benih batang 160.000

Rehabilitasi Lada Hitam 2017 

1. Lampung Timur: luas lahan 200 Ha, pupuk organik 100.000 kg, pestisida 200 liter, dan benih batang 160.000
2. Lampung Utara: luas lahan 200 Ha, pupuk organik 100.000 kg, pestisida 200 liter, dan benih batang 160.000
3. Waykanan: luas lahan 200 Ha, pupuk organik 100.000 kg, pestisida 200 liter, dan benih batang 160.000

Catatan: Kabupaten Tanggamus baru masuk di tahun 2018.


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.