Halloween party ideas 2015



KALIANDA -- Aktivitas letusan dan kegempaan Gunung Anak Krakatau (GAK) diperairan Selat Sunda Lampung Selatan, sejak Senin (8/10) hingga dini hari masih mengeluarkan lava pijar. Larangan kepada masyarakat maupun wisatawan mendekat dalam radius 2 km dari gunung api aktif tersebut masih berlaku. 

Kepala Pos Pantau Gunung Api Anak Krakatau di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan,  Andi Suwardi, mengatakan visual pada malam hari teramati melalui CCTV teramati sinar api dan guguran lava pijar keluar dari kawah gunung api setinggi 338 meter dari permukaan laut (mdpl) itu.

"Aliran lava pijar menuju ke Selatan. Kemudian, lontaran pijar setinggi lk 100-200m ke segala arah.Terdengar suara dentuman dan getaran dengan intensitas lemah hingga kuat dirasakan di Pos PGA. Ombak laut tenang," kata dia, Selasa (9/10).

Kendati demikian, Andi mengatakan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau tetap merekomensasikan larangan kepada masyarakat maupun wisatawan mendekat dalam radius 2 km dari gunung api aktif tersebut. 

"Larangan ini untuk mengantisipasi hal hal yang merugikan masyarakat nelayan maupun wisatawan,  mengingat gunung yang berada di tengah laut sebelah selatan perairan selat sunda itu aktivitasnya masih terbilang tinggi," ujarnya.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau periode pengamatan, Senin (8/10/2018) pukul 00:00-24:00 WIB, Andi menjelaskan kondisi gunung api anak krakatau cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah utara, timur, dan barat. Suhu udara 26-32 derajat celsius , kelembaban udara 62-86 %, dan tekanan udara 0-0 mmHg. 

"Secara visual gunung kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Namun, visual pada malam hari dari CCTV teramati sinar api, aliran lava pijar ke selatan dan lontaran pijar setinggi lk 100-200m ke segala arah. Terdengar suara dentuman dan getaran dengan intensitas lemah hingga kuat dirasakan di Pos PGA. Ombak laut tenang," katanya. 

Andi menyebutkan aktivitas gunung api itu terjadi letusan sebanyak 101 kali dengan Amplitudo 30-48 mm dan Durasi 53-162 detik. Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 3-52 mm (dominan 45 mm). Kemudian, keterangan lainnya Sta. krak 1, sta. krak 3, sta. pulosari off dan sta.lava off pukul 12.35 WIB.

"Untuk letusan periode kemarin lebih sedikit dibandingkan sebelumnya yang mencapai 397 kali dengan amplitudo 40-47 mm dan durasi 37-177 detik disertai gempa tremor menerus Amplitudo 3 - 35  Dominan 20 mm," katanya. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.