Halloween party ideas 2015



KALIANDA -- Gunung Anak Krakatau (GAK) setinggi 338 meter dari permukaan air laut (mpdl) kembali erupsi Selasa (23/10/2018) sekitar pukul 09.35 WIB. Terjadi 27 kali letusan dengan tinggi kolom abu 200-600 meter diatas puncak dan terdengar suara dentuman dari pos Pantau Gunung Api (PGA).

Berdasarkan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan GAK periode Selasa (23/10) mulai pukul 06:00 sampai 12:00 WIB, selain erupsi,  secara visual juga teramati Gunung jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 25-50 meter di atas puncak kawah.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancuran,  kecamatan Rajabasa,  Lampung Selatan,  Andi Suardi mengatakan, anak krakatau kembali erupsi dengan mengeluarkan abu vulkanik dan pasir kembali terjadi pada Senin (23/10/2018) pagi. 

Meski erupsi, ujar dia,  aktivitas GAK tidak berbahaya selama masyarakat nelayan maupun wisatawan berada 2 km dari kawah gunung yang berstatus waspada (Level 2). “Erupsi bisa terjadi kapan saja. Hanya saja energi erupsi yang dikeluarkan oleh GAK Law frekuensi. Hal ini biasa karena GAK gunung api aktif yang bisa tumbuh besar dan tinggi dengan melakukan erupsi," tuturnya. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.