Halloween party ideas 2015



KALIANDA -- Harga jagung di sejumlah wilayah kabupaten Lampung Selatan kembali naik  Rp400 per kilogram. Saat ini harga jagung ditingkat petani menjadi Rp4.800/kg.

Berdasarkan informasi dari sejumlah pengepul jagung di wilayah pesisir timur kabupaten Lampung Selatan,  sepanjang September 2018 harga jagung mengalami dua kali kenaikan, dari Rp4.100 naik menjadi Rp 4.400/kg dan saat ini kembali naik menjadi Rp4.800/kg.

Salah seorang pengepul jagung di kecamatan Penengahan Solihin (47) mengungkapkan, kemarau berkepanjangan menggenjot harga jagung.  Namun sayang hasil panen musim gadu merosot. “Panas yang cukup panjang telah mengurangi kadar air, sehingga kualitas jagung semakin membaik dengan harga sekarang mencapai Rp4.800/kg,” kata Solihin, Selasa (2/10).

Hal senada diungkapkan Dalijan (58), pengepul jagung yang menjangkau  kecamatan Ketapang,  Sragi dan Bakauheni.  Menurutnya, kadar air hasil panen jagung pada musim gadu ini  sesuai kebutuhan industri, yaitu 15% sampai 17%.

Dibandingkan panen musim lalu, ungkapnya, rata rata kadar air pada jagung cukup tinggi mencapai 35% -40%, sehingga harga jual jatuh pada kisaran Rp2.800/kg. “Kualitas jagung sekarang bagus hanya saja hasil panen turun dratis,” kata Dalijan ditemui saat menggiling jagung di dusun Trans Cilacap, Desa Karangsari, kecamatan Ketapang, Selasa (2/10). 

Harga jagung saat kemarau panjang tahun ini melebihi harga acuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag).  Dimana dalam Permendag 58 Tahun 2018 diatur harga acuan dengan kadar air 15% di tingkat produsen ditetapkan sebesar Rp3.150/kg. Sedangkan harga di tingkat konsumen sebesar Rp 4.400/kg. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.