Halloween party ideas 2015



BANDAR LAMPUNG -- Harga komoditas padi menjadi pendongkrak nilai tukar petani (NTP) Provinsi Lampung sebesar 0,4% pada September 2018. Meningkatnya nilai jual komoditas pangan utama itu disinyalir akibat saat ini yang telah memasuki masa tanam menyambut musim penghujan. Hal itu juga membuat pendapatan petanu meningkat.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Lampung, Herlin Retnowati menjelaskan NTP merupakan perbandingan antara pendapatan dengan belanja yang dikeluarkan petani. Namun, saat ini dengan belanja yang tidak berbeda, tetapi pendapatannya meningkat, karena harga gabahnya lumayan baik.

Menurutnya, kenaikan harga gabah itu akibat menurunnya areal panen. Sebab, saat ini sedang memasuki masa tanam menyongsong awal musim hujan. "Jadi semua lahan kering sedang persiapan masa tanam, khususnya lahan yang bergantung pada musim penghujan," kata Herlin, Selasa (2/10).

Menurutnya, kondisi itu sesuai dengan hukum permintaan penawaran. Sebab, saat musim  panen, maka gabah akan banjir dipasaran dan harganya pun menurun. "Kondisi masa tanam itu bagus untuk petani, karena bisa mencukupi kebutuhan petani. Tapi, musim panen pun bagus, karena walaupun harganya rendah, barangnya banyak," ujarnya.

Sementara itu, pedagang beras di Pasar Way Halim, Bandar Lampung, Masno, mengatakan harga beras saat ini cenderung stabil. Dalam sepekan terakhir terjadi penurunan harga hingga Rp1.000. "Untuk beras kualitas biasa saja Rp10 ribu, sedang Rp11 ribu, dan kualitas super Rp12 ribu. Penurunan ini karena stok dan persediaan dipasar masih banyak," tuturnya. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.