Halloween party ideas 2015



GUNUNG SUGIH -- Himpunan Mahasiswa Kabupaten Lampung Tengah (Hima Lamteng)  menggelar diskusi publik karya anak bangsa dengan tema menengok prospek pembangunan infrastruktur Lamteng, Di Aula Kelurahan Yukum, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Selasa (22/10).

Robby Kurniawan Penanggung Hima Lamteng mengatakan bahwa dari mengutip data salah satu surat kabar disebutkan bahwa persentase jalan di Propinsi Lampung sebesar 60% bagus dan 40% rusak. “Kondisi infrastruktur yang ada saat ini,  menjadi dasar kami untuk menggelar diskusi hari ini,” ujarnya.
Ia menambahakan,  Infrastruktur di Lampung Tengah sangat penting untuk menunjang perekonomian masyarakat dan bukan hanya jalan  yang diperhatikan tetapi juga infrastruktur lainnya seperti fasilitas kesehatan yaitu RSUD Demang Sepulau Raya yang kurang peminatnya karena faktor keamanan.

“Infrastruktur di Lampung Tengah sangat penting untuk menunjang perokonomian masyarakat, selain itu infrastruktur lain juga harus diperhatikan supaya manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, ” terangnya.
Disamping itu,  Agus Faisal Salah satu perwakilan dari Dinas PU Lampung Tengah mengatakan bahwa pembangunan di Lamteng tidak akan bisa berjalan dengan maksimal tampa dukungan semua elemen masyarakat. Dengan mengerahkan semua potensi yang ada dalam pembangunan infrastruktur sehingga saat ini dapat dinikmati oleh masyarakat yang diyakini akan menggerakkan perekonomian di semua lini demi kesejahteraan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini karena merupakan isu yang hangat dan besar harapan dapat bermanfaat dalam mendorong pembangunan di Lampung Tengah,” ujarnya.

Selain itu,  Bahdan Indrapati selaku Kabid Infrastruktur Bappeda mengatakan bahwa Lampung Tengah memiliki luas 4.789 km persegi serta jumlah penduduk 1,2 juta jiwa dimana sekitar Rp. 763 milyar atau 40 persen APBD Lampung Tengah TA. 2017 telah dialokasikan untuk infrastruktur. Namun dengan jumlah tersebut masih jauh dari cukup untuk pembangunan infrastruktur di Lampung Tengah sehingga memerlukan bantuan dari Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Pusat.

“Alokasi pembangunan infrastruktur dari Pemerintah Provinsi juga dipengaruhi oleh kebijakan politis seperti ketika era Gubernur Lampung dijabat Sjahroedin. Lampung Tengah mendapat alokasi yang jauh lebih sedikit dari Lampung Selatan padahal dari segi luas wilayah dan jumlah penduduk Lampung Tengah lebih besar, hal tersebut salah satunya disebabkan faktor Bupati Lampung Selatan yang merupakan putra dari Gubernur Lampung. Kami berharap peran mahasiswa tidak hanya sebatas diskusi saja namun ikut berpartisipasi dalam pembangunan sehingga hasil pembelajaran di perkuliahan dapat di implementasikan,” terangnya.

Selain itu Jack Sibuea  selaku Staf Ahli Bappeda Lampung Tengah menejelaskan,  Mahasiswa dan pelajar sebagai Ageng social control diharapkan dapat memberikan masukan terhadap pembangunan yang ada dan jangan samapi memberikan kritik tanpa ada solusi.”Apalagi dengan berbagai infrastruktur yang sedang dibangun baik oleh Pemerjntah Pusat seperti jalan tol dan oleh Pemerintah Kabupaten seperti jalan lintas,” pungkasnya.

Sekedar di ketahui kegiatan ini dihadiri oleh H. R Mutawalli Ketua MUI Lampung Tengah Iptu Hamsyiah Kanit Bintibmas Polres Lampung Tengah, Agus Faisal Kabid Dinas PU Kab. Lampung Tengah), Bahdan Indrapati Kabid Infrastruktur Bappeda Lampung Tengah, Jack Sibuea Staf Ahli Bappeda Lampung Tengah Joni Darwin Lurah Yukum Jaya dan dihadiri oleh sekitar 50 orang pelajar dan mahasiswa. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.