Halloween party ideas 2015



BATU -- Satu dari tiga atlet Paralayang asal Jawa Timur yakni Ardi Kurniawan ditemukan meninggal dunia dalam reruntuhan Hotel Roa-Roa akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Jenazah warga asal Kota Batu, Jawa Timur ini rencananya dipulangkan ke rumah duka, Selasa (2/10).

Keluarga Ardi tengah menyiapkan menyiapkan tenda di rumah duka di Jalan Trunojoyo Gang IV, Kota Batu, Jawa Timur. Tenda dipasang oleh keluarga dengan dibantu kerabat dan tetangganya sejak pukul 11.00 WIB. 

Disela-sela menyiapkan tenda, sejumlah kerabat dan tetangga silih berganti berdatangan ke rumah duka menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada keluarga korban. Namun, keluarga korban enggan dimintai keterangan oleh awak media.

Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu, Mahfud mengaku pihaknya kini tengah berupaya agar jenazah Ardi dapat segera dipulangkan ke Batu. Salah satunya dengan mengurus administrasi permohonan pemulangan jenazah. "Kita sedang berkirim kabar untuk mencari kepastian kapan jenazah datang. Rencananya jam 00.00 Wita, jenazah akan dibawa pulang ke sini. Infonya di sana kesulitan peti jenazah," katanya.

Mahfud menambahkan pihaknya telah berkoordinasi denga BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Batu serta tim dari satgas Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) yang sudah berada di Palu. "Keluarga berharap besar (jenazah) bisa dibawa pulang karena keluarga minta dimakamkan di Batu. Jenazah dapat dipulangkan dengan catatan pengambilan sudah ada yang bertanggungawab," terangnya.

Lima atlet Paralayang Jawa Timur menjadi korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat, 28 September 2018 lalu. Hingga kini, tiga atlet telah berhasil ditemukan, dua di antaranya selamat sedangkan satu atlet meninggal.

Kelima atlet tersebut yakni Viki Mahardika, Gigih Iman, Reza Kambey, Ardi Kurniawan, dan Serda Fahmi. Kelimanya adalah atlet dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jawa Timur yang mengikuti Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) 2018 di Palu.

Hingga saat ini, ketiga atlet yang telah ditemukan, yakni Viki Mahardika, Gigih Iman, dan Ardi Kurniawan. Viki dan Gigih ditemukan sejak Minggu 30 September 2018 dalam keadaan selamat, sedangkan Ardi ditemukan Selasa 2 Oktober 2018 dengan kondisi meninggal dunia.

Ardi ditemukan dengan mengenakan celana berlogo PON 2016 hijau milik KONI Jatim di bawah reruntuhan Hotel Roa-toa sekitar pukul 09.40 WITA atau pukul 07.40 WIB. Jenazah ditemukan saat alat berat membongkar reruntuhan bangunan. "Dipastikan Ardi karena ada ID card dan seragam yang dikenali bahwa itu adalah Ardi," pungkasnya. Sedangkan, dua atlet sisanya, Reza Kambey dan Serda Fahmi hilang dan masih dilakukan pencarian. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.