Halloween party ideas 2015

Ketua LSM KP2D Ridwansyah

GUNUNG SUGIH -- Lembaga Swadaya Masyarakat Komisi Pemantau Pembangunan Daerah (LSM KP2D) dalam waktu dekat akan segera berkoordinasi dan melaporkan dengan pungutan liar (pungli) uang biaya operasional sekolah di SMAN 1 Kota Gajah, Lampung Tengah dengan dalih uang titipan sebesar Rp 972 juta berasal dari wali murid.

Ketua LSM KP2D Ridwansyah, mensinyalir adanya dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam penerapan kebijakan sekolah yang telah meresahkan para wali murid, sehingga ia meminta pihak kejaksaan mengungkapnya.

"Kami mensinyalir adanya indikasi penyalahgunaan wewenang dalam pungutan uang biaya operasional sekolah dengan dalih uang titipan, untuk apa uang itu dititipkan, dititipkan ke siapa, kan sekolah sudah ada dana BOS (biaya operasional sekolah) yang dialokasi pemerintah," ujar Iwan demikian ia kerap disapa, Jum'at (26/10).



Pihaknya juga akan segera berkoodinasi dan melaporkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Lampung Tengah dalam mengungkap pungutan uang biaya operasional sekolah.

"Kami akan segera berkoodinasi dan akan melaporkan dugaan pungli yang terjadi di SMAN 1 Kota Gajah, kita akan serahkan kepada pihak aparat penegak hukum untuk mengambil langkah hukum selanjutnya bila ada indikasi pidananya," ungkapnya.

Sebelumnya pihak sekolah menerbitkan surat edaran untuk para wali murid dan surat itu sampai di tangan Ketua LSM KP2D.

"Surat edaran yang dikeluarkan pihak sekolah terdapat kejanggalan, surat beromor: 420/409/04/C.2/D.1/2018 Perihal Pelaporan Siswa Kelas XI dan kelas XII ditandatangani Kepala SMAN 1 Kota Gajah Drs. H. Dasiyo Priambodo, M.Pd pertanggal 11 Juli 2018 namun terdapat kejanggalan dalam surat itu, cap surat menggunakan stempel milik Komite Sekolah sementara Kop Surat SMAN 1 Kota Gajah, ini menjadi bukti bagi kami untuk melapor," tukasnya.

Pungutan biaya operasional sekolah yang tertera dalam surat, siswa kelas XI Rp1.405.000,- per siswa dan kelas XII Rp 1.355.000,- per siswa. Biaya Bantuan operasional bulan Juli dan Agustus 2017 untuk kelas XI sebesar Rp 350 ribu dan kelas XII Rp sebesar 310 ribu dan bantuan operasional fisik tahap 1 untuk kelas XI dan XII di pungut Rp 500 ribu.

Selain itu, Iuran OSIS 1 tahun kelas XI dan XII diminta Rp 500 ribu, Asuransi siswa 1 tahun untuk kelas XI dan XII senilai Rp 20 ribu, dan majalah sekolah (Diksi) 1 tahun untuk kelas XI dan XII sebesar Rp 35 ribu.
Kepala sekolah Dasiyo Priambodo saat dimintai klarifikasi diruang kerjanya, bukannya memberikan penjelasan secara gamblang tapi malah marah-marah menggebrak meja dan mengancam wartawan akan dilaporkan polisi.

"Kami sedang meminta klarifikasi terkait uang titipan dan beberapa persoalan, namun bukan jawaban yang kami harapkan tapi tiba-tiba Dasiyo menggebrak meja dan dengan suara lantang mengusir kami untuk keluar dari ruang kerjanya. Maunya apa sekarang, keluar sekarang, sekarang juga saya panggil Polisi,” ungkap Abdullah wartawan cahayalampung.com sambil menirukan ucapan oknum kepala sekolah, saat konfirmasi ia bersama rekannya Ersyan dari media journalnusantara.co.id dan sinarlampung.com, Jum'at (26/10). (jn)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.