Halloween party ideas 2015



GUNUNG SUGIH -- Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lampung Tengah, Lampung di duga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap wali murid karena menurut pengakuan sejumlah wali murid mereka dimintai uang sebesar Rp 2,7 juta per semester per siswa dengan alasan sumbangan komite, namun yang banyak disesali pungutan itu tanpa musyawarah dengan para wali murid. 

Merasa tidak pernah diajak bermusyawarah sejumlah wali murid dikejutkan dengan datangnya surat dari berkop komite MAN 1 Lampung Tengah (lihat gambar),  dalam surat itu orang tua atau wali murid harus membayar dengan cara pembayaran angsur atau mencicil tiap bulannya, dengan rincian bulan agustus Rp 450 ribu, bulan September Rp 450 ribu, bulan Oktober Rp 450 ribu, bulan November Rp 450 ribu, bulan Desember Rp 450 ribu dan bulan Januari Rp 450 ribu, sehingga total uang sumbangan komite sebesar Rp 2,7 juta.

Pengakuan sumber, bila disekolah itu terdapat dua orang anak dalam satu rumah atau kakak beradik, maka pihak sekolah memberikan keringanan, satu orang anak bayar penuh sedangkan satunya membayar separuh dari jumlah yang katanya sumbangan komite. 

Bukan hanya uang sumbangan komite saja yang besarannya sangat mencekik leher, pihak sekolah juga, menurut sejumlah wali murid, siswa di sekolah tersebut harus membeli Lembar Kerja Siswa (LKS) senilai Rp10 ribu per mata pelajaran. 

"Jika dalam satu tahun dua semester, maka kami harus mengeluarkan uang Rp 200 ribu per semester, jadi setiap murid harus membayar Rp 400 ribu per tahun untuk buku LKS, padahal pemerintah sudah jelas melarang sekolah menjual buku LKS kepada muridnya," ujar sumber.

LKS kata sumber tadi, "pada tahun 2017 lalu, buku memang sudah ada di anggaran BOS, jadi semua sekolah negeri atau pun swasta yang menerima dana BOS di larang menjual buku LKS, tapi kok ini masih saja terjadi,” ujarnya.

Berkenaan hal ini, setalah berulang kali akan dimintai konformasinya, Kepala MAN 1 Lampung Tengah Hi. Wiratno tidak berada ditempat, dan sebelumnya, Jum'at (05/10), wartawan media ini juga sudah melayangkan surat konfirmasi dan sampai pada hari Senin, (08/10) wartawan mencoba menanyakan jawaban surat konfirmasi tersebut.

Menurut keterangan dari bagian Tata Usaha sekolah itu, Abdul Rahman, mengatakan, Kepala Sekolah belum mau ditemui, kepala sekolah mau merapatkan komite dengan guru. Saat di tanya kapan bisa ketemu, ia menjawab dengan singkat, tidak tahu. Sampai berita ini dimuat, Kepala MAN 1 Lampung Tengah belum juga memberikan klarifikasi. (ersyan)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.