Halloween party ideas 2015

Pertemuan antara www.kabardaerah.com dan Donny Irawan di Balai Wartawan PWI Lampung berjalan alot. (foto: awal)
Bandar Lampung -- Terkait pemberitaan di portal www.kabardaerah.com berjudul "Dikonfirmasi Terkait Pasokan Solar Ke Pengusaha Tambak Di Pesisir Pesawaran, Pengusaha BBM Tuduh KD Media Abal-abal", dimuat pada tanggal 08 Oktober 2018.

Pemberitaan ini menimbulkan persoalan baru bagi kedua belah pihak, karena Donny pihak yang merasa dirugikan dengan tegas membantahnya sebagai penyuplai BBM jenis solar ke petani tambak di kawasan pesisir Lampung, ia juga menganggap pemberitaan tersebut telah melakukan pembunuhan karakter dan pencemaran nama baik serta trial by the press.

PWI Lampung atas permintaan kabardaerah.com dan Donny Irawan, menggelar mediasi di Balai Wartawan Lampung, Senin (8/10) siang.

Dalam pertemuan tersebut hadir Kartarina selaku perwakilan kabardaerah.com, Donny Irawan selaku pelapor, Edwin dari Hiswana Migas, Januar dari Pertamina, Zaini Tubara Bidang Media Online PWI, Adolf Ayatullah Wakabid Kerjasama antar Lembaga PWI Lampung, Jefri Manalu dan Christiani Sitepu dari Kantor Hukum Sofyan Sitepu and Partners sebagai kuasa hukum Hiswana Migas juga sebagai kuasa hukum Donny Irawan.

Dalam pertemuan tersebut PWI Lampung menjelaskan, proses mediasi dilakukan untuk mendengarkan keterangan kedua belah pihak dan tidak dalam posisi untuk mengambil keputusan.

"PWI menyediakan ruangan untuk mediasi, pilihan penyelesaian sengketa pers merupakan hak masing-masing pihak," terang Adolf dalam pertemuan tersebut.

Mediasi berlangsung cukup alot dan memakan waktu hingga dua jam karena kedua belah pihak masih bersikukuh mempertahankan prinsipnya.

Karena pertemuan itu tidak sampai pada kesimpulan, Donny mengatakan akan melanjutkan persoalan ini ke ranah hukum, dengan melaporkan ke pihak Kepolisian.

Pihak kabardaerah.com pada mediasi menegaskan tidak akan mencabut pemberitaan dan mereka tetap melindungi identitas sumber berita serta memberi peluang Donny Irawan untuk menggunakan hak jawabnya.

Di penghujung mediasi, perwakilan PWI menganjurkan supaya para pihak memilih langkah-langkah lanjutan dalam proses penyelesaian sengketa pers dengan mengacu kepada regulasi dan aturan yang ada dalam perundang-undangan yang resmi.

"Instrumen untuk menyelesaikan sengketa pers itu merupakan pilihan masing-masing pihak, tetapi PWI menganjurkan untuk menjalankan proses sesuai dengan UU Pers, UU 40/99 dan Kode Etik Jurnalistik Indonesia," kata Adolf.

Dalam kapasitasnya, Donny Irawan sebagai  Ketua Bidang SPBU Hiswana Migas Lampung, dia menginginkan supaya mafia BBM subsidi untuk dibongkar sejelas-jelasnya.

"Kami di Hiswana Migas sedang bekerja keras untuk memberantas mafia BBM, pemberitaan ini rasanya memiliki keterkaitan dengan langkah-langkah yang sedang dan akan diambil Hiswana Migas dalam memberantas penyimpangan tersebut," pungkas Donny. (*)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.