Halloween party ideas 2015



BANDAR LAMPUNG -- Neraca perdagangan Provinsi Lampung September tahun 2018 mengalami peningkatan sebesar 65,25 juta US dolar menjadi 90,9 juta US dolar dibandingkan Agustus senilai 25,65 juta US dolar. Lonjakan itu seiring meningkatnya jumlah ekspor sebesar 37,78 juta US dolar dan menurunnya impor 27 juta US dolar dalam sebulan terakhir.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, Yeane Irmaningrum menjelaskan nilai total ekspor Lampung mengalami kenaikan sebesar 37,78 juta US dolar (12,95%) dari 291,67 juta US dolar menjadi 329 juta US dolar pada September ini.

Peningkatan itu didominasi pada tiga golongan utama, seperti lemak dan minyak hewan atau nabati  hingga 89,74%, bubur kayu 100 23%, dan olahan buah dan sayuran 4,09%. Sementara komoditas batu bara dan kopi, teh, dan rempah yang selalu menjadi andalan ekspor Lampung justru mengalami penurunan sebesar 65,34% dan 5,77%.

"Sementara untuk impor di September mencapai 238,55 juta US dolar yang mengalami penurunan 27 46 juta US dolar dibanding Agustus.  Penurunan terbesar terjadi pada binatang hidup (51,82%), pupuk (27,65%), gula dan kembang gula (20,85%), dan ampas dan sisa industri makanan (11,20)," kata Yeane di kantor BPS, Senin (15/10).

Dari negara tujuan, komoditas ekspor utamanya masih besar dikirimkan ke India, Amerika Serikat, Tiongkok, Belanda, dan Korea Selatan dengan peranannya hingga 56,32%. "Untuk barang impor ke Lampung masih banyak dimasuki dari Amerika Serikat, Australia, Qatar, Tiongkok, dan Argentina," ujarnya. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.