Halloween party ideas 2015



BANDAR LAMPUNG -- Sempat alot, Pemerintah Kota Bandarlampung dan Dewan Pengupahan Kota (DPK) akhirnya sepakat menetapkan upah minimum kota (UMK) Rp2.445.141,15 untuk tahun 2019. ”Angka tersebut naik Rp181.750,28 dari UMK tahun 2018 yang berada di angka Rp2.263.390,” kata Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, Senin (22/10).

UMK ini berada di atas kebutuhan hidup layak (KHL) yang berada di angka Rp2.414.000 per bulan. Hasil keputusan soal UMK di ruang rapat wali kota itu akan segera diserahkan ke gubernur.

Herman mengaku sempat mengusulkan agar UMK Rp2,5 juta. Namun Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung menolak. Menurut mereka, jumlah tersebut terlalu besar. ”Tadi ada pengusaha, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), ahli ekonomi, dan Badan Pusat Statistik. Kita harus patuhi bersama jika sudah ke luar surat keputusan dari gubernur. Kalau ada yang melanggar bisa masuk penjara,” tegas Herman.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandarlampung, Wan Abdurahman, menuturkan rapat tersebut menanggapi surat edaran Menteri Tenaga Kerja No. B.240/M.NAKER/PHI9SK -UPAH/X/2018, tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Tahun 2018.

”Berdasar tahapan, UMK harus di atas KHL. Kita telah survei pasar sebanyak tiga kali pada April, Juli, dan September dan  diperoleh KHL Rp2.414.000. Formulasi itu diatur dalam PP Nomor 78 tahun 2015,” ungkapnya. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.