Halloween party ideas 2015


Juniardi, S.IP, MH
Bandar Lampung --Tindakan pengusiran wartawan oleh Dasiyo Priambodo Kepala SMA Negeri 1 Kota Gajah, Lampung Tengah adalah bentuk sikap arogan, yang didalam menjadi bentuk kekerasan dan menghalang-halangi kemerdekaan pers.

Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Lampung, Juniardi SIP, MH, menyayangkan hal itu bisa terjadi dan dilakukan pimpinan lembaga pendidikan, yang notabene menjadi tempat suci untuk menimba ilmu bagi anak anak masuk remaja.

"Kita minta Dinas Pendidikan Provinsi Lampung melakukan evaluasi terhadap oknum kepala sekolah itu. Karena sekarang ranahnya Provinsi. Saya berharap bisa jadi contoh bagi Kepala Sekolah yang lain untuk lebih bijak lagi dalam menghadapi para awak media yang meliput dirinya," kata Juniardi.

Mantan Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung ini curiga terhadap Kepala Sekolah tersebut, jika benar asal muasal hingga emosi karena di tanya soal keuangan Sekolah.

"Lah yang dikelola uang negara, di bayar oleh negara. Kalau bersih kenapa risih, tinggal jelaskan saja. Jika wartawan yang cari-cari kesalahan laporkan, bukan diajak duel, itu preman apa kepala sekolah. Kita menyayangkan sikap Kepala Sekolah yang emosional. Sebagai pimpinan dan pendidik mungkin harus bersikap lebih bijak," tukas Juniardi

Juniardi menyarankan, jika tidak terima dengan sebuah pemberitaan, Kepala Sekolah, bisa memberikan hak jawab atau melaporkan kepada pimpinan pedianya, pimpinan prganisasinya, hingga ke Dewan Pers.

"Jadi kalau ada persoalan pemberitaan pers dia merasa ada yang harus diluruskan ada dua hal yang dia harus lakukan pertama berhubungan dengan media itu memberikan hak jawab, kedua kalau memang ada pelanggaran serius dilakukan media dia bisa ke Dewan Pers agar di Dewan Pers bisa dibahas, bisa dicarikan solusinya. Jadi tindakan mengusir wartawan secara emosional itu tidak patut dilakukan oleh pimpinan apalagi pendidik," tegasnya.

Sebelumnya, oknum Kepala SMA Negeri 1 Kota Gajah sempat kesal dengan pernyataan wartawan yang menanyakan soal anggaran sekolahnya. Wartawan menanyakan soal edaran bayaran untuk sekolah, Dana Bos, hingga uang asuransi sekolah.

Lalu Kepala Sekolah minta nara sumber di hadirkan, dan marah menggebrak meja. Padahal awalnya kepala sekolah sempat berbincang bincang dengan wartawan itu. (jun/jn)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.