Halloween party ideas 2015



SUKADANA, journalnusantara.co.id -- Terkait pemberitaan yang sudah beredar di media online tentang pembangunan pagar rumah, Sekertaris Daerah Lamtim Syahrudin Putera mengatakan, "Programnya memang ada untuk tahun anggaran 2018, Secara teknis bisa konfirmasi langsung Kepada Dinas Teknis, terima kasih,” Rabu (17/10).

Saat dikonfirmasi melalui WhatsAppnya, terkait pembangunan pagar rumah sekda dengan judul kegiatan Rehab pembangunan sarana dan prasarana Gues House Pemkab Lampung Timur dengan nomor kontrak 252/ck/sp/ppk/2018, dengan nilai kontrak sebesar Rp787.730.000, waktu pengerjaan 90 hari, dengan pelaksana CV. Karya Cipta Mandiri, yang bersumber dana APBD Kabupaten Lampung Timur tahun anggaran 2018, dengan konsultan supervisi CV. Wahana Maju Sejahtera, sekertaris Daerah Kabupaten Lampung Timur Syahrudin Putera, menyuruh awak media menanyakan langsung kepada dinas teknis terkait.

"Programnya memang ada untuk tahun anggaran 2018, secara teknis bisa konfirmasi langsung kepada Dinas Teknis, terima kasih," kata Syahrudin melalui pesan WhatsApp pribadinya.

Lebih jauh awak media Gemanusantaranews.com mendalami terkait adanya dugaan pembangunan yang tidak sesuap Spek dan memang didepan mata pak sekda, apa tanggapan nya, sekda lamtim akan segera memperhatikannya. "Ok. Akan menjadi perhatian, terima kasih," tambah Sekda singkat.

Menurut pemberitaan sebelumnya di beberapa media online yang ada di Lampung Timur yang turun langsung memantau di lokasi, dan dari informasi yang berhasil dihimpun, proyek itu nilai pagunya sebesar Rp 800 juta, yang dilelang pada tahap pertama beberapa waktu lalu, untuk pembangunan pagar seluas 89 meter, kali 39 dan 68 meter. Mengkonfirmasi salah satu pekerja yang bernama Maksum salah satu kepala tukang yang mengerjakan kegiatan itu pada, Rabu (10/10), mengaku hanya pekerja, dan tidak mengetahui perihal papan nama atau ataupun informasi proyek lainya, bahkan ia mengaku tidak mengenal siapa pemilik atau pelaksana proyek.

Tidak cukup sampai di situ, berdasar pantauan terlihat besi  beghel pada selop cor di atas pondasi bangunan juga tampak kecil, saat ditanya wartawan, para tukangpun tidak banyak memberikan jawaban, mengaku hanya sebagai pekerja.

Syahril, salah satu warga Lampung Timur yang saat ini tinggal di luar kota, meminta agar masyarakat dan para aktivis untuk mengawasi kegiatan tersebut. Pun meminta kontraktor agar melakukan uji mutu, beton sesuai mutu beton yang tertuang dalam kontrak.

Sebagai masyarakat peduli, dirinya juga menyampaikan tugas dan kewajiban  pengawas. "Enak amat pengawas makan uang tapi gak pernah ngawasi," terangnya. (apri)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.