Halloween party ideas 2015

Ilustrasi Ujian CPNS. (Foto: net)
Jakarta - Sebelumnya Badan Kepegawaian Negara (BKN) sudah mengingatkan, peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dilarang membawa jimat saat mengikuti ujian. Namun, pada saat pelaksanaan ujian, masih saja ada peserta yang nekat membawanya.

Seperti di lansir di laman detiknews.com, hal ini terjadi pada saat computer assisted test (CAT) di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Seorang peserta tes kedapatan membawa bungkusan kain putih yang diselipkan di baju hingga celana dalamnya. Petugas Satpol PP yang memeriksa peserta itu pun 'menyita' benda aneh yang diduga jimat tersebut. Bahkan benda semacam itu tidak hanya didapat dari seorang, tetapi belasan peserta tes.

"Itu biasanya memang keyakinan orang Jawa ada saja yang seperti itu," kata Kabid Mutasi Pegawai BKD Kabupaten Madiun Sri Diana Kusumaningrum.

Benda-benda itu, disebut Diana, biasanya disembunyikan para peserta di kerah kemeja, sepatu, saku, hingga celana dalam. Benda-benda yang dibawa itu berupa kain putih, kayu, dan kertas yang dilipat.

Tes di Kabupaten Madiun dilaksanakan sejak Sabtu (3/11) hingga Senin (5/11). Berdasarkan pengakuan peserta, Diana menyebut, jimat itu dibawa agar lulus tes.

"Oleh panitia, barang-barang sudah dibuang. Sebab, sejak awal panitia sudah mengingatkan kepada peserta agar menitipkan benda berharga kepada saudara atau dititipkan ke tempat penitipan yang sudah disediakan panitia," ujarnya.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKD Mohammad Ridwan sebelumnya pernah mengingatkan agar para peserta tidak membawa telepon seluler (ponsel) hingga jimat. Bahkan, apabila jimat itu mengganggu peserta lain, bisa dilaporkan ke polisi.

"Kalau jimat juga aromanya mengganggu, jadi seperti itu dibawa ke polisi, karena sudah termasuk tindak pidana. Kita juga sudah kerja sama dengan polisi untuk mengamankan," kata Ridwan, Kamis (25/10). (*)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.