Halloween party ideas 2015



KALIANDA -- Aktivitas letusan dan kegempaan Gunung Anak Krakatau (GAK) masih tinggi dan fluktuatif. Untuk itu, PVMBG Pos Pengamatam Gunungapi Anak Krakatau yang berada di perairan sebelah Selatan Selat Sunda itu merekomendasikan kepada masyarakat nelayan dan wisatawan untuk tidak mendekati kawah gunung pada radius 2 km.

Sebab, gunung api aktif tersebut masih terus melontarkan abi vulkanik dan lava pijar disertai suara dentuman pelan dan keras hingga terasa di PGA.

Kepala Pos Pantau GAK Andi Suardi di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan mengatakan arah debu vulkanik tergantung dari arah dan kecepatan angin.

“Kondisi saat ini ombak laut tebang, cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah, arah timur laut, timur, dan barat. Suhu udara 26-34 °C, kelembaban udara 41-89 %, dan tekanan udara 0-0 mmHg. Jadi sekarang abu vulkanik tidak sampai pesisir Rajabasa seperti dua hari lalu,” kata Andi, Selasa (20/11) malam.

Diakuinya, sepanjang Jumat hingga Minggu (16-18/11/2018) wilayah Pulau Sebesi sampai pesisir Kecamatan Rajabasa dan Kalianda dihujani abu vulkanik GAK yang terbawa angin ke arah barat daya dan utara. “Kecepatan angin sampai 20 knot per jam. Sehingga abu vulkanik sampai ke pesisir” terangnya.

Menurut dia, debu hitam dari abu vulkanik akan membahayakan kesehatan bila terlalu lama mengirup abu vulkanik tersebut. “Untuk itu kami imbau warga yang beraktivitas diluar agar mengenakan masker saat abu vulkanik terbawa angin sampai pesisir,” harapnya. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.