Halloween party ideas 2015



BANDAR LAMPUNG  -- Ekonomi Provinsi Lampung triwulan III 2018 tumbuh 5,19 persen melambat dibanding triwulan III-2017 (year on year) sebesar 5,21 persen. "Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi yang dicapai oleh lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 12,72 persen. Sedangkan sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit rumah tangga sebesar 19,62 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum, di Bandar lampung, Senin (5/11).

Ia menyebutan, perekonomian Provinsi Lampung triwulan III 2018 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp88,54 triliun dan PDRB atas dasar harga konstan tahun 2010 mencapai Rp60,96 triliun.

Di sisi lain, lanjutnya, ekonomi Provinsi Lampung triwulan III-2018 mengalami pertumbuhan sebesar 3,36 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (qtq). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha pengadaan listrik dan gas sebesar 11,70 persen.

Menurutnya, dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 14,61 persen.

Yeane menjelaskan, ekonomi Provinsi Lampung sampai dengan triwulan III-2018 (ctc) tumbuh 5,22 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi sebesar 20,17 persen.

Kepala BPS Lampung itu menambahkan, secara spasial, pertumbuhan ekonomi wilayah Pulau Sumatera triwulan III-2018 tumbuh sebesar 4,72 persen dengan pertumbuhan tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang tumbuh 7,09 persen dan terendah di Provinsi Riau sebesar 2,98 persen. (*)
 

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.