Halloween party ideas 2015

Usai Pertemuan Pihak Kodim 0411/LT dan Wartawan saling memaafkan. (foto: sl)

SUKADANA -- Insiden dugaan menghalangi tugas liputan wartawan oleh seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berjaga di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ((Disdikbud) Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) terhadap seorang wartawan, Rabu (07/11), mendapat tanggapan dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0411/Lampung Tengah dan berakhir kesepakatan damai.

Pihak Kodim 0411/LT yang diwakilkan Lettu. Inf. Tri Yuli Priyono dan Unit Intel Peltu. Usman Ali melakukan klarifikasi kepada wartawan Lampung Timur, Kamis (8/11).

Dalam pertemuan itu didampingi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Timur dan keduanya sepakat bahwa peristiwa tersebut hanya miskomunikasi atua salah paham, dan masing masing pihak saling memaafkan.
Dalam penjelasannya, Peltu. Usman Ali mengatakan, insiden yang terjadi di Disdikbud Lamtim antara Ketua Forum Komunikasi Surat Kabar Mingguan (FKSKM) Lampung Timur Tarmizi Husen dan wakilnya Aminuddin yang akan melakukan konfirmasi diduga dihalangi oleh oknum anggota TNI adalah miskomunikasi.
“Saya yakin dan pasti kejadian kemarin hanya kesalahpahaman saja antara dua institusi negara yaitu rekan-rekan pers dengan TNI,” jelasnya yang didampingi anggota Kodim lainnya Pelda. Pelda Effendi, Pelda. Tarno.
Usman Ali juga memastikan, insiden tersebut ada hikmahnya yaitu lebih mendekatkan institusi TNI dan Pers di Kabupaten Lampung Timur dalam menjalin kerjasama dan komunikasi yang lebih baik lagi.
"Semoga semua ini ada hikmahnya dan dari kejadian ini bisa menjadi koreksi kita bersama,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Ketua PWI Lamtim Musanif Effendi yang turut hadir mengatakan, pertemuan duduk bersama antara insan pers dan institusi TNI di Lampung Timur, merupakan solusi komunikasi. 
“TNI dan Pers merupakan mitra dan duduk bersama untuk saling memaafkan atas adanya kesalahpahaman dan kita sudah saling memaafkan,” kata Musanif
Ditambahkan Pelda. Effendi, menurutnya tidak ada maksud anggotanya untuk menghalangi kerja wartawan yang dilindungi Undang Undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pokok Pers.
“Kejadian itu hanya salah paham saja, sehingga pertemuan ini dilakukan guna mengklarifikasi antara rekan pers bernama Tarmizi dan anggota TNI yang berada di Dinas Pendidikan Lamtim,” ungkapnya.
Silaturahmi dan duduk bersama ini menurut Efendi juga bertujuan untuk saling bersinergi dan mempererat tali silaturahmi antara insan Pers institusi TNI.
"Karena selama ini hubungan insan Pers terhadap institusi TNI, termasuk Polri sudah baik, tapi mungkin belum harmonis dalam kemitraan," imbuhnya.
Tarmizi pada pertemuan itu berharap institusi TNI/Polri agar  saling menghargai profesi masing-masing.
“Hari ini kami sudah duduk bersama untuk mengakhiri kesalahpahaman yang sempat mencuat, dan kami juga sudah jabat tangan untuk saling memaafkan dan kami terima klarifikasi dan menganggap kejadian kemarin itu cuma kesalahpahaman saja," papar Tarmizi. 
Hadir dalam acara tersebut, Ketua dan Sekretaris PWI Lamtim Musannif Effendi dan Wayan serta rekan-rekan wartawan lainnya, Riswan, Fadli, Wahyudi, Samsi, Rizky Ardinata, Aminuddin, Husnan Effendi dan Wayan Yana. (jn)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.