Halloween party ideas 2015



KALIANDA -- Memasuki musim pancaroba, Dinas Kesehatan kabupaten Lampung Selatan, melalui UPTD Puskesmas Palas mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi akan serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) saat ini. Pasalnya, dengan kondisi cuaca tidak menentu diyakini menimbulkan jentik-jentik nyamuk DBD.

Kepala UPT Puskesmas Palas, Bambang Priyanto mengatakan mengatakan beberapa pekan terakhir kondisi cuaca tidak menentu, terkadang hujan atau panas. Untuk itu, masyarakat setempat diminta waspada terhadap perubahan cuaca pancaroba. 

"Saat ini memasuki musim pancaroba. Jadi, masyarakat harus mewaspadainya. Adapun yang perlu diwaspadai adalah penyakit yang disebabkan nyamuk DBD. Kami harap masyarakat lebih baik mencegah dari pada mengobati," kata dia, Rabu (14/11).

Dia juga meminta kesadaran masyarakat meningkatkan kegiatan 3M plus (Menguras, Menutup dan Mengubur) benda-benda yang menjadi sarang jentik nyamuk aedes aegypti. Kemudian, jangan lupa memakai bodilation antinyamuk saat tidur.

"Masyarakat diharapkan agar dapat menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing dengan PHBS dan memerhatikan daya tahan tubuh. Apabila ada gejala-gejala peningkatan kasus agar melaporkan ke pustu atau ke bidan desa atau langsung ke puskesmas," katanya.

Sementara itu, Kepala bidang Pencegahan Penyakit Menular Kristi Endarwati mendampingi Kepala Dinkes Lamsel Jimmy B. Hutapea kasus penyakit DBD terbanyak di kabupaten Lampung Selatan terdapat di  Kecamatan Natar. Sedangkan kasus terendah terhadap penyebaran DBD ada di Kecamatan Merbaumataram dan Tanjungsari.

"Kasus DBD di Lampung Selatan sejak dua tahun terakhir mengalami penurunan yang signifikan dari 174 kasus pada tahun lalu, sekarang turun menjadi 136 kasus," kata dia. 

Ia juga mengungkapkan, penyebaran virus penyakit DBD terjadi saat kondisi cuaca yang tidak menentu. "Biasanya pada bulan Desember dan Februari serangan nyamuk aedes aegypti meningkat. Namun sekarang sulit diprediksi. Karena kondisi cuaca kerap berubah ubah.  Yang terpenting masyarakat mlaksanakan 3 M plus dan menerapkan PHBS,  Insyaallah jauh dari gigitan nyamuk," katanya. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.