Halloween party ideas 2015

Kades AH (lingkaran) ditangkap Tim Tipikor Polres OKI. (foto: Irwan)
Kayuagung -- Karena dianggap tidak mengindahkan panggilan pihak kepolisian sebanyak dua kali akhirnya Kepala Desa (Kades) Gajah Makmur Kecamatan Sungai Menang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI, Sumatera Selatan berinisial AH di jemput paksa dikediamannya oleh Tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres OKI, Kamis (22/11).

AH ditangkap karena diduga menyelewengkan dana desa (DD) sebesar Rp 315 juta tahun anggaran 2016/2017.

Penangkapan ini dibenarkan Kepala Sub Bagian (Kasubag) Hubungan Masyarakat (Humas) Polres OKI IPDA Ilham Parlindungan.

“Memang semalam ada oknum Kades telah diamankan di Mapolres. Namun untuk hasil kegiatan masih dalam proses pendalaman pemeriksaan, belum bisa dirilis sekarang,” katanya Jumat (23/11).

Menurutnya penjemputan paksa AH karena sebelumnya tidak mengindahkan panggilan kepolisian.

“Setelah dua kali panggilan tidak dipenuhi, dengan terpaksa yang bersangkutan (AH) dijemput paksa. Nantilah, sekalian rilis kronologisnya,” ucapnya.

Pengacara AH yang ditunjuk pihak Polres sebagai pendampingan hukum  H. Herman, SH, MH, memberi keterangan, status kliennya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Mungkin nanti setelah pemeriksaan terhadap klien kami diterbitkan penetapan tersangkanya,” ujarnya kepada wartawan di Mapolres OKI.

Menanggapi penjemputan paksa oknum Kades, anggota Komite Pemberantasan Korupsi Kabupaten OKI, Ustra, mengungkapkan, pihaknya telah lama mendengar kasus indikasi penyelewengan DD ini.

"Kami sudah  mulai menduga telah terjadi penyelewengan pengelolaan dana desa yang di mulai dari tahapan perencanaan sampai dengan pengelolaannya,  penggunaan dana desa ini yang diduga tidak melibatkan masyarakat, hanya kroni-kroni Kades yang diundang untuk rapat,” ungkapnya.

Atas sikap tegas pihak Kepolisian pihaknya menyampaikan apresiasis setinggi-tingginya ke Polres OKI dalam mengungkap kasus dugaan korupsi yang melibatkan oknum Kades.

“Kami apresiasi setinggi-setingginya untuk Polres OKI yang telah menangkap Kades AH, semoga kasus ini menjadi sinyal baik tegaknya hukum di Kabupaten OKI, yang tidak memandang jabatan atau golongan dalam proses hukum,” tandasnya. (Irwan )

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.