Halloween party ideas 2015



BANDAR LAMPUNG -- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan XVIII di Balai Wartawan Hi. Solfian Akhmad, Jalan Ahmad Yani, Bandar Lampung, selama dua hari, 5-6 November. Kegiatan yang dilakukan untuk peningkatan kualitas jurnalistik wartawan itu diikuti 48 peserta. 

Plt Ketua PWI Lampung Nizwar mengatakan UKW telah menjadi kegiatan rutin pihaknya. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas wartawan di Sai Bumi Ruwa Jurai. "UKW kali ini diikuti 48 peserta, sebelumnya kami telah meluluskan 607 wartawan," Kata dia dalam pembukaan UKW XVIII, Senin (5/11).

Diakuinya UKW merupakan rekayasa ulang terhadap tugas-tugas kewartawanan. Karena itu, seharusnya UKW tidak menjadi momok menakutkan bagi wartawan. Meski demikian, UKW juga tidaklah mudah. Sebab penguji akan cermat melihat kemampuan peserta sesuai standar profesi wartawan. 

Hal senada diungkapkan Firdaus, Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat. Menurutnya, kompetensi menjadi sebuah kekuatan wartawan di masyarakat. Saat ini kompetensi menjadi keharusan sebuah profesi. "Sesuai misi ketua PWI Pusat yang menjadikan wartawan jaman now yang ada pada kualitas dan kompetensi wartawan," kata dia.
Dia menegaskan tanpa kompetensi wartawan bukan apa-apa. Diakuinya wartawan profesional menjadi filter dan rujukan atas kebenaran suatu berita. "Lampung yang menjaga penyangga DKI Jakarta juga wajib menjaga kondusifitas termasuk menangkal berita-berita hoaks," kata dia.

UKW XVIII PWI Lampung dibuka secara langsung oleh Pj Sekretaris Provinsi Lampung Hamartoni Ahadis. Hamartoni mengatakan profesi wartawan adalah suatu kehormatan dan itu harus dijaga. Untuk itu, seorang wartawan harus profesional dalam menjalankan tugasnya. Untuk itu pihaknya sangat mendukung adanya UKW yang dimotori PWI Lampung.

"Setelah lulus uji kompetensi maka wartawan bisa menyajikan berita lebih baik lagi. Kompetensi menjadi pembeda dengan wartawan lain," ujarnya. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.