Halloween party ideas 2015

Kombes Pol Erlangga memberikan keterangan pers dihadapan wartawan. (foto: hany)
BATAM -- Polda Kepulauan Riau (Kepri) berhasil  gagalkan dugaan tindak pidana perdagangan orang dan penempatan pekerja migran Indonesia secara illegal melalui jalur laut pantai Batubesar Nongsa, Kota Batam (3/12/201).

4 orang terduga belaku berhasil diamankan Ditreskrim umum Polda Kepri dan 29 orang calon pekerja dari berbagai daerah akan diberangkatkan ke Malaysia.

Dalam keterangan pers, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, Kamis (06/12/2018), Pelaku masing-masing Z bin R alias L sebagai penanggung jawab,  RM alias L pemilik kapal pengangkut pekerja migran illegal, M bin D sebagai penampung dan pengantar dan J berlaku mengarahkan pekerja saat menaiki kapal.

"Ada pun korban yang berjumlah 29 orang calon pekerja migran Indonesia illegal  yang berasal dari Flores  15 orang, 6 orang Lombok Nusa tenggara Barat (NTB), 4 orang berasal Makasar Sulawesi Selatan (Sulsel), 1 orang  Aceh Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), dan  orang 1 dari Bengkulu dan 1 orang  dari Medan Sumatera Utara serta 1 orang dari Sumba Nusa Tenggara Timur (NTT)," ujar Kombes Erlangga.

Masih menurut Erlangga, dari hasil penangkapan tersebut, Polda Kepri mengamankan barang bukti berupa buku kwitansi pembelian mesin kapal,  4 unit handphone, 1 unit mobil Avanza berwarna putih, 1 unit mobil Mitsubishi Pajero warna hitam silver 5 buku paspor yang sudah  di black list dan 1 unit kapal. (hany)

Juniardi. (foto: net)

BANDAR LAMPUNG -- Uji Kompetensi Wartawan (UKW) penting, bisa membedakan kualitas wartawan, karena kini di Lampung khususnya banyak orang mendirikan media bukan untuk tujuan jurnalisme, yaitu memenuhi hak masyarakat untuk mendapatkan berita, tapi dalam praktek abal-abal.

Media sengaja didirikan sebagai alat untuk memudahkan pemerasan terhadap orang, pejabat, pemerintah daerah, maupun perusahaan, atau kepentingan lain diluar jurnalisme.

Paparan diatas disampaikan Wakil Ketua PWI Lampung Bidang Pembelaan Wartawan, Juniardi, SIP., MH., menanggapi seberapa penting Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi keberhasilan dunia Jurnalistik dalam negeri, khususnya Provinsi Lampung dalam menjalankan tugasnya sebagai pilar demokrasi, Kamis (06/12/2018).

Lebih lanjut, Juniardi juga menguak berbagai dinamika yang terjadi terutama, sejak Dewan Pers mencanangkan program verifikasi perusahaan pers pada puncak peringatan Hari Pers Nasional 2017 di Ambon dan kembali menegaskan tentang perlunya uji kompetensi wartawan sebagai upaya memerangi hoax dan praktek pers abal-abal, banyak orang yang mengaku sebagai wartawan ataupun mengatasnamakan media dan organisasi wartawan, melancarkan aksi demonstrasi.

Kelompok-kelompok ini menolak verifikasi perusahaan pers dan juga uji kompetensi wartawan. Tuntutan itu disertai pula dengan tuntutan pembubaran Dewan Pers.

"Penyalahgunaan media maupun profesi wartawan oleh kelompok abal-abal yang kian marak juga melatarbelakangi munculnya revisi Nota Kesepahaman antara Dewan Pers dengan Polri yang ditandatangani pada 9 Februari 2017 di hadapan Presiden RI, Joko Widodo, dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional di kota Ambon," beber Pemilik beberapa media massa online ini, menerangkan.

Dimata hukum, masih menurut Juniardi, pada dasarnya, pidana bisa dikenakan bila memang ada niat buruk dalam pemberitaan oleh pers ataupun pemberitaan yang dibuat abal-abal misalnya tak mematuhi KEJ, atau perilaku yang melanggar ketentuan hukum pidana antara lain pemerasan, menyebarkan kabar bohong, memfitnah, dan lain-lain. Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juga bisa dikenakan kepada pihak yang jelas bukan wartawan.

“Nota Kesapahaman antara Dewan Pers dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia No: 2/DP/MoU/II/2017 dan No: B/5/11/2017 tentang Koordinasi Dalam Perlindungan Kemerdekaan Pers dan Penegakan Hukum Terkait Penyalahgunaan Profesi Wartawan.

Nota Kesepahaman tersebut sebagai pedoman bagi Dewan Pers maupun Polri dalam rangka koordinasi guna terwujudnya kemerdekaan pers dan penegakan hukum terkait penyalahgunaan profesi wartawan,” urai mantan Ketua KIP Lampung itu.

Sekretaris Umum Organisasi media siber nasional SMSI Provinsi Lampung juga mengingatkan, terkadang masyarakat pers lupa adalah bahwa mandat Dewan Pers jelas, yaitu melindungi kemerdekaan pers.

Untuk itulah Dewan Pers membuat nota kesepahaman dengan kepolisian, kejaksaan. dan mendorong Mahkamah Agung untuk melahirkan Surat Edaran Mahkamah Agung No 1 Tahun 2008.

"Itu adalah dalam rangka memberikan perlindungan kepada wartawan, Dewan Pers juga membuat nota kesepahaman dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan dengan Panglima TNI," kata wartawan senior tersebut, menutup pencerahannya. (*)

Hi. Nizwar. (foto: net)
Bandar Lampung -- Dukungan dan pesan penyemangat langsung dari Ketum PWI Pusat, Atal S Depari kepada Peserta UKW XIX 2018 yang akan dilaksanakan PWI Lampung lima hari mendatang, ditanggapi serius oleh ketua PWI Lampung Hi. Nizwar, juga melalui pesan WhatsApp pada Kamis (06/12/2018).

Nizwar menyatakan bahwa pelaksanaan UKW sangat penting untuk mewujudkan semangat menjaga tegaknya tujuan mulia profesi.

Nizwar mencontohkan organisasi kedokteran, menurutnya mereka menjaga penegakkan marwah mulia profesi yang mereka bidangi, yakni bekerja untuk kepentingan publik, sehingga harus bertolok ukur profesionalisme.

“Misalnya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Mereka melakukan hal yang sama untuk menegakkan profesinya. Nah, wartawan juga punya semangat yang sama. Terlebih ia bekerja untuk kepentingan publik, sehingga profesionalitas menjadi tolok ukurnya,” papar Nizwar.

Nizwar mengakui juga, jika  banyak yang memberikan masukan dan kritik terhadap pelaksanaan UKW. Memang akhir-akhir ini, pelaksanaan UKW begitu masif dilaksanakan oleh PWI seluruh Indonesia.

“Ini dilakukan karena PWI punya tanggung jawab menelurkan sumber daya wartawan yang baik, berkualitas, dan bertanggungjawab secara etika dan profesionalitasnya,” tulis Ketua PWI Lampung.

Karena itu pula, dilanjutkan Nizwar, PWI Lampung akan terus mengadakan UKW hingga seluruh anggotanya dinyatakan berkompeten.

“Bagi yang belum lulus mari terus mengasah kemampuan diri. Sementara bagi yang lulus, seiring menyandang status wartawan berkompeten juga punya tanggungjawab besar ke publik terutama di era munculnya berita bohong alias hoax,” himbau ketua PWI Lampung. (*)

Atal S Dapati. (foto: net)

BANDAR LAMPUNG -- Ketua Umum PWI, Atal S Depari melalui pesan WhatsApp-nya, secara khusus memberi pesan dan dukungan moral kepada peserta yang sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) XIX 2018, pada 10-11 Desember mendatang.

Dukungan Ketua Umum PWI dilima hari Pra Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) XIX 2018, Kamis (06/12/2018) pagi itu, benar-benar menjadi energi istimewa penambah semangat belajar peserta.

“Manfaatkan moment UKW ini dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi,” pesan Ketum Atal S Depari.

Ketua umum PWI juga menegaskan jika kompetensi merupakan tolok ukur profesi sebagai syarat wartawan yang baik dan benar.

“Tolok ukur profesi adalah kompetensi sebagai syarat wartawan yang baik dan benar, yakni, wartawan yang berwawasan keilmuan, profesional, dan beretika,” tulis Ketum PWI.

Terakhir, Ketum PWI  menyampaikan ucapan selamat kepada peserta mengikuti ujian kompetensi diri.

“Ok, selamat menguji kompetensi diri,” tulisan penutupan Atal, menyemangati.

Ucapan dukungan dan pesan secara khusus terhadap pelaksanaan UKW XIX 2108 PWI Lampung, dari Ketum PWI pusat tersebut, menjadi penyemangat tersendiri bagi para peserta.

Tak ayal, beragam emoji apresiasi atas pesan dan dukungan ketua umum PWI pusat dari warga grup yang juga peserta UKW, manakala pesan WhatsApp yang sebelumnya telah mendapat ijin, diteruskan oleh penulis ke grup WA peserta UKW XIX 2018.

Tidak berlebihan, jika Pesan dan dukungan semangat yang  didedikasikan oleh Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari secara khusus kepada peserta UKW XIX 2018, menjadikan seluruh peserta sangat istimewa ketika itu. (*)





Bandar Lampung -- Jaga Eksistensi dan merajut tali persaudaan, dewan pimpinan wilayah gerakan ekonomi dan budaya Minang (DPW Gebu Minang) Lampung, menggelar forum diskusi adat istiadat minangkabau dengan mendatangkan narasumber Jasrizal, Angku Datuak Perpatiah nan sabatang, urek tungga alam minangkabau, di pindang pegagan jalan sultan agung, Wayhalim, Bandar Lampung, Sabtu (08/12/2018).

Gebu Minang Lampung melalui bidang agama dan kebudayaan yang bekerjasama dengan mahkamah adat alam Minang Kabau, melalu Koordinator Acara, Rhino Adriano Rajo Nan Kayo menjelaskan, kegiatan itu sengaja digelar untuk merajut tali persaudaraan melalui kegiatan "Duduak Baropok" adapun tujuanya ialah, saling sharing ilmu dan wawasan dari niniak mamak kepada para perantau di Lampung agar lebih mengetahui filosofi kental terdahulu yakni 'Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah'.

"Diskusi dengan tema "Duduak Baropok" dalam adalah duduk berkumpul bersama-sama yang dilakukan dua orang atau lebih dalam membicarakan, mendiskusikan atau memutuskan sesuatu, hali ini sesuai dengan filososi adat di Minangkabau yaitu bermufakat dan duduak bersama dalam menghadapi sesuatu yang diterjemahkan dalam bahasa niniak mamak sebagai 'Duduak surang basampik-sampik duduak basamo balapang-lapang'," kata
Rhino Adriano Rajo Nan Kaya, Jum'at (07/12/2019).

Menurutnya, begitu banyak hal yang dapat digali dan diinformasikan kepada orang Minangkabau di ranah dan dirantau, selain menjadi bekal bagi diri sendiri yang juga berguna untuk anak cucu dikemudian hari, untuk kebangkitan alam Minangkabau selanjutnya.

"Ini adalah suatu forum diskusi dan pembelajaran komunikasi dua arah yang khusus untuk mengangkat segala persoalan dan penjelasan tentang adat-istiadat Minangkabau, yang asli menurut niniak mamak pemangku adat alam Minangkabau, bentuk forumnya yaitu sesi pemberian materi adat dan sesi tanya jawab yang berlangsung sekitar kurang lebih 1 jam," jelasnya.

Dalam kegiatan itu juga DPW Gebu Minang Lampung akan menghadirkan narasumber dari Pucuak Bulek alam Minangkabau yang tergabung dalam Mahkamah Adat Alam Minangkabau.Tak hanya itu nantinya akan ada narasumber pendamping yang berkompeten untuk memberikan materi adat istiadat Minangkabau.

"Adapun peserta diskusi adalah orang Minangkabau dan keturunannya dan tidak terbatas pada peserta dari luar Minangkabau yang ingin mengetahui dan berdiskusi tentang adat," imbuhnya.

Rencananya, kegiatan ini akan dikemas dalam beberapa episode sesuai dengan tema-tema adat tertentu setiap bulan nya.Adapun lokasi tidak terbatas pada Provinsi Lampung, namun juga di tempat lain dengan memakai format kegiatan yang sama. (*)

Bupati Lamteng bersama anak-anak pada acara Gebyar Kreatifitas Anak PAUD.


journalnusantara.co.id -- Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Loekman Djoyosoemarto membuka acara Gebyar Kreatifitas Anak PAUD dan Pencanangan “Gerakan 18:21 Matikan HP dan TV, Ayah Bunda Temani Aku Membaca Buku”, acara berlangsung di gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Gunung Sugih, Selasa (2/10/2018).

Sebagimana kita ketahui bersama kegiatan Gebyar Kreatifitas Seni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki makna yang penting dan strategis, yakni sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan seluruh aspek pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini, melalui rangsangan bermain yang menyenangkan bagi anak dengan memperkaya ragam.

Dalam memajukan pendidikan usia dini di Kabupaten Lampung Tengah, pihaknya tidak menutup mata akan peran dari Bunda PAUD, baik di kabupaten maupun di kecamatan.

“Bunda PAUD adalah profesi sukarela yang secara ikhlas, dan dilandasi dengan rasa cinta dan kasih sayang, sehingga ia harus menjadi lokomotif untuk mendorong segenap elemen dalam masyarakat untuk berpartisipasi. Memang kita harus selalu bergandengan tangan dengan semua elemen masyarakat, agar hasil yang kita tuju menjadi optimal,” jelasnya.


“Jangan lupa melibatkan ibu secara aktif, mengingat peran ibu yang sangat penting dalam mendidik anak usia dini dan dalam menjaga kesehatan di saat kehamilan, agar dapat melahirkan anak-anak yang sehat jasmani dan rohani,” sambungnya.

Ada hal teramat penting jangan diabaikan lanjut bupati, yaitu sisi pembangunan karakter seorang anak, karena melalui pembangunan karakter itulah, seorang anak diajari tentang budi pekerti, tentang moral, tentang baik dan buruk, dan sebagainya.


Hasil gambar untuk Bupati Lamteng Canangkan Gerakan 18:21 Matikan HP dan TV
Bupati Loekman Djoyosoemarto bersama Bunda PAUD Lamteng Ny. Hj. Ellya Luciana Loekman mendampingi anak-anak membaca.

“Dengan pendidikan karakter itu, kita ingin seorang anak kelak tumbuh secara paripurna. Jadi, disinilah juga fungsi dari seorang guru PAUD, yang tentu saja bukan lepas tangannya orang tua, tapi membantu,” kata dia.

Dengan dicanangkannya ini, bupati menambahkan, terjadi pertumbuhan jaringan otak yang diserap adalah apa yang menyenangkan. Kalau pada masa kecil anak-anak sudah mendapatkan perlakuan yang kurang, atau melihat hal-hal yang tidak sepantasnya dia lihat, maka akan direkam di dalam otak, dan itulah yang mempengaruhi kejiwaan seorang anak ketika dia dewasa. Oleh karena itu, ia berharap agar para orang tua dan masyarakat dapat mendukung Gerakan 18-21 ini, kemudian ditindaklanjuti dengan menyeleksi tayangan televisi yang ada. 

Loekman menjelaskan pemahaman orang tua terhadap kebutuhan bermain bagi anak anak usia dini, sehingga diharapkan kedepan anak-anak dapat menjadi generasi yang sehat dan ceria, yang kelak dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Gebyar Kreatifitas Seni PAUD yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia - Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Lampung bertajuk, “Ayo membaca, Aku Anak Indonesia Anak Yang Merdeka” ini juga bisa menjadi ajang untuk bertukar pikiran dan saling sumbang saran di antara para guru dan orang tua, sehingga tercipta suasana yang harmonis dan komunikasi dua arah, yang efektif, efisien, berhasil guna, berdaya guna dan berkesinambungan. (ADVERTORIAL)



Bupati Lamteng menerima piagam MURI.


journalnusantara.co.id -- Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng) kembali cetak rekor baru Musium Rekor Indonesia (MURI) dari kegiatan operasi hernia terbanyak dalam sehari di Indonesia kembali tercipta dilampung tengah yaitu berhasilnya tim dokter dalam mengoperasi 30 orang penderita hernia mengalahkan di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang hanya berjumlah 23 penderita hernia.

Hal itu disampaikan ketua pengadilan tinggi tanjung karang Zaid Umar Bob Saidi. SH.MH dihalaman Pengadilan Negeri Gunung Sugih pada acara Bakti sosial dalam rangka memperingati hari ulang tahun Mahkamah Agung RI ke 73 dan Hari Ulang Tahun Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (29/7/2018).

Bupati tengah berbincang dengan warga.

Dalam sambutannya Direktur Jendral Badan Peradilan Umum Dr.Heri Swantoro SH MH mengatakan kegiatan ini merupakan kontribusi nyata dari Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung RI untuk Masyarakat Indonesia Khususnya Masyarakat Lampung tengah, dIjelaskan heri rekor ini tercipta atas inisiasi yang dilakukan Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung Republik Indonesia (BADILUM) bekerja sama dengan Arya Noble, Pengadilan Tinggi Tanjung Karang, Pemkab Lampung Tengah, Rumah sakit Demang sepulau Raya dan Rumah Sakit Harapan Bunda serta instansi terkait lainnya.

Loekman menuturkan sangat senang jika melihat kebahagian dari masyarakat ketika sudah bisa beraktifitas secara normal lagi karena hernia dan kataraknya sudah hilang.

Lebih lanjut loekman mengatakan Operasi Hernia yang dilakukan oleh BADILUM bekerja sama dengan Arya Noble ini belum pernah dilakukan di propinsi Lampung Program ini sangat baik, terutama menyentuh di sektor kesehatan, selain dari tercapainya rekor MURI ini Loekman juga berharap program ini dapat bermanfaat untuk masyarakat .

Diakhir sambutannya sebagai keseriusan pemkab lampung tengah dalam kegiatan bakti sosial ini, pemkab lampung tengah telah mengerahkan semua komponan yang ada seperti rumah sakit dan tim medisnya, para pimpinan kecamatan dan kampung bahkan sampai ketingkat dusun untuk mendata masyarakat yang akan di oprasi. (ADVERTORIAL)


Hasil gambar untuk Wabup Lamteng Serahkan Bantuan 8 Unit Kapal Nelayan
Wabup Lamteng menyerahkan 8 kapal nelayan kampung Cabang.


journalnusantara.co.id -- Wakil Bupati (Wabup) Lampung Tengah (Lamteng), Loekman Djoyosoemarto serahkan bantuan 8 unit kapal nelayan di kampung cabang Bandar Surabaya kabupaten, Kamis (06/09/2018).

Wabup menjelaskan bahwa potensi peluang keberhasilan pembangunan perikanan khususnya di pesisir Bandar Surabaya sangat baik sekali, walupun secara teritorial tidak memilki laut, namun memiliki wilayah pesisir di Bandar Surabaya.

Adapun jumlah nelayan di Cabang dan sekitarnya ada 1400 orang, adapun komuditas unggulan adalah kepiting rajungan, sebanyak 194 ton, ikan kakap 102 ton, ikan teri 648 ton, udang 224 ton sedangkan tangkapan laut pada tahu  2017 lalu sebanyak 3472 ton.




Tentunya Wabup Loekman berharap, dengan adanya bantuan 8 unit kapal nelayan bisa menambah hasil tangkapan ikan para nelayan.


"Saya berharap dengan bantuan kapal nelayan ini nantinya bisa hasil tangkapan hasil laut jadi, dengan pengelolaan yang pastinya lebih baik," ujar Loekman .

Wabup juga mengingatkan jangan sampai kapal bantuan pemerintah menjadi milik pribadi, karena kapal bantuan itu diperuntukan koperasi sehingga dikelola oleh anggotanya.



Hasil gambar untuk Wabup Lamteng Serahkan Bantuan 8 Unit Kapal Nelayan


Sementara Kepala Dinas Perikanan Lampung Tengah Kuswadi, mengatakan, bantuan dari pemerintah pusat, diberikan ke kelompok nelayan  koperasi Mina  Samudra Sejahtera sebanyak 8 unit, dengan berat 5 gross tonnage (berat kotor).

“Nantinya kapal tersebut di kelola bersama-sama yang bertujuan meningkatkan perekonomian nelayan Kampung Cabang,” kata Kuswadi. (ADVERTORIAL)

Wabup Lamteng Loekman Djoyosoemarto  mengajak anak-anak gemar membaca sejak dini.


journalnusantara.co.id -- Wakil Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto  mengajak anak-anak untuk gemar membaca sejak dini, dan mengimbau para guru dan orang tua memberikan bimbingan membaca kepada anak-anak tersebut sebagai wujud dari penguatan pendidikan karakter.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati pada pembukaan acara Gebyar PAUD dan pencanangan gerakan 19 – 21 membaca, selasa (14/08/ 2018).

Acara berlangsung di halaman kantor Kecamatan Seputih Surabaya tersebut juga dihadiri Sekertaris Kabupaten Adi Erlansyah, Ketua Bunda PAUD Hj. Ellya Luciana Loekman dan dinas terkait lainnya serta camat dan Uspika Kecamatan Seputih Surabaya.

Loekman mengajak anak untuk gemar membaca merupakan bagian dari penguatan pendidikan karakter.

“Orang tua dan guru diharapkan dapat membimbing anak-anak dalam membaca, agar mereka dapat memahami apa yang mereka baca,” ujar Loekman di depan  sekitar 12.000 para orang tua wali murid  PAUD dan TK se Kecamatan Seputih Surabaya.


Wabup didampingi Sekkab dan Bunda PAUD Lamteng bersama anak-anak.

Sebelum membimbing anak-anak membaca, kata Loekman, para orang tua dan guru diharapkan dapat memberikan teladan dengan menggemari membaca buku.

“Jangan biarkan anak-anak disuruh membaca tetapi tidak diberikan contoh atau teladan bahwa membaca itu mengasikkan, dan mereka pun juga harus dibimbing supaya mengerti apa yang dibaca. Kalau perlu diberikan tugas menulis ringkasan apa yang telah dibaca,” kata Loekman.

Selain itu Loekman memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Seputih Surabaya  yang telah mengadakan acara ini sebagai upaya menyosialisasikan gerakan gemar membaca 19-21.

Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati dengan didampingi Sekertaris Kabupaten dan Bunda PAUD Kabupaten Lampung Tengah ikut mewarnai gambar  bersama anak anak PAUD.

 “Ini langkah yang tepat memperkenalkan kepada anak sejak dini untuk gemar membaca,” ucap Loekman.

Acara yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Sekertaris Kabupaten dan pelepasan balon oleh Wakil Bupati Lampung Tengah, acara berlangsung sangat meriah. (ADVERTORIAL)


Hasil gambar untuk Bupati Loekman Terima Lencana Darma Bakti
Gubernur Lampung yang diwakili Kherlani menyematkan lencana Dharma Bakti kepada Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto . 


journalnusantara.co.id -- Bupati Lampung Tengah, Loekman Djoyosoemarto menerima Lencana Darma Bakti yang disematkan oleh Kherlani mewakili Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo. 

Lencana tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungannya kepada Gerakan Pramuka di Lampung Tengah.

Penghargaan diberikan pada pelaksanaan Apel Besar Hari Pramuka ke-57 yang dilaksanakan oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka  Lampung Tengah, di lapangan baru Kecamatan Gunungsugih, Lampung Tengah, Kamis (27/9).

Penghargaan juga diberikan kepada anggota Gerakan Pramuka lainnya berupa Lencana Melati, Lencana Darma Bakti, Lencana Pancawarsa, dan Pramuka Garuda.

Hasil gambar untuk Bupati Loekman Terima Lencana Darma Bakti
Bupati dan perwakilan Gubernur foto bersama Mabicab Pramuka Lamteng usai penyematan lencana.

Kak Loekman Djoyosoenarto juga menjadi Pembina Upacara Apel Besar sekaligus membuka Perkemahan Bakti Saka Bhayangkara (Pertikara) tingkat Cabang Lampung Tengah yang dilaksanakan dilokasi yang sama.

Dalam amanatnya, Kak Loekman yang juga selaku Ketua Mabicab Lampung Tengah, berpesan kepada seluruh anggota Gerakan Pramuka untuk melaksanakan gotong royong di wilayahnya masing-masing sebagai peran dan aksi nyata terjun ke tengah masyarakat.

Turut hadir dalam acara yaitu Wakil Sekretaris II Kwarda lampung kak Sidik Purnomo, Forkompinda Lampung Tengah, serta undangan dari Kwarcab Kota Metro, Way Kanan, Tulangbawang Barat.

Pada kesempatan itu, Setelah apel, kak Loekman beserta rombongan menuju meresmikan Bumi Perkemahan Beguwai jejamo sekaligus menyapa para peserta perkemahan yang dilanjutkan ramah tamah dengan seluruh undangan. (ADVERTORIAL)


Kehadiran Bupati disambut kelompok tani dalam acara pengukuhan KTNA Punggur.

journalnusantara.co.id -- 
Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto menghadiri pengukuhan Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Lampung Tengah di kecamatan punggur, Rabu (28/11/2018).
Dalam sambutannya Loekman mengatakan bahwa pemerintah saat ini sedang fokus dalam bidang pertanian, dengan adanya KTNA  bisa menumbuhkan petani di kabupaten kita.
“Saya berharap kepada para anggota KTNA agar membina para kolompok tani di setiap kampung agar mereka lebih pandai dan mempunyai keahlian dalam bertani, karena saya tahu anggota KTNA sudah mempunyai keahlian dan SDM yang mumpuni,” ujar Loekman. 

Bupati didampingi Kadis Pertanian berbincang dengan anggota KTNA.
Dalam bidang pertanian pemerintah daerah sudah banyak membantu dan pada tahun ini sudah berikan pada kelompok tani sebanyak 5 unit traktor, 33 unit traktor tangan dan 13 Pompa Air.
“Selain pertanian, bidang peternakan pun kita upayakan dengan mengembangkan budidaya bebek, dan kita sudah siapkan alat 50 unit alat menetaskan telur bebek, saya persilahkan bagi kelompok tani maupun KTNA untuk mengajukan pada dinas terkait untuk pengembangan bebek,” kata Bupati.
Loekman melanjutkan, “pemerintah saat ini masih mengajukan lahan pertanian di Bandar Mataram dan Bumi Nabung, insyaallah kalau direalisasikan Lampung Tengah akan bertambah lahan pertanian nya,” pungkasnya.
Sementara itu Kadis Pertanian Lampung Tengah Rusmadi, menjelaskan bahwa pengukuhan KTNA ini sudah berjalan sejak tanggal 7 November 2018 dan yang di lantik sekarang ada enam kecamatan ,yaitu kecamatan  Punggur, Trimorejo, Seputih Agung, Kota Gajah, Seputih Raman dan Gunung Sugih. (ADVERTORIAL)

Bupati Loekman Djoyosoemarto melakukan tabur bunga di TMP Purna Yudha dalam kegiatan HUT Kampung Bandar Sakti ke 45.


journalnusantara.co.id -- Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto menghadiri perayaan HUT Kampung Bandar Sakti Kecamatan Terusan Nunyai, acara dimeriahkan dengan penampilan marching band dan pertunjukan beladiri karate dari siswa SDN Bandar Sakti, kegiaatan berlangsung di lapangan Merdeka kampung Bandar Sakti, Sabtu (01/12/2018).

Dalam sambutannya Bupati berpesan, untuk mengisi pembangunan perekonomian ini ada 4 komitmen, yaitu satu satu niat, dua satu langkah, tiga suara, dan keempat satu tujuan.

“Maka keberhasilan pembangunan sudah di depan mata, Kampung Bandar Sakti Kecamatan Terusan Nunyai Lampung Tengah saling asu dan asa dan saling gotong royong maka lancar tanpa ada halangan ke depannya,” kata Loekman.

Rangkaian kegiatan kegiatan HUT Kampung Bandar Sakti ke 45, Bupati juga melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Purna Yudha Kampung Bandar Sakti.


Bupati dalam acara itu mengapresiasikan masyarakat Kampung Bandar Sakti Terusan nyunyai yang telah merawat makam pahlawan dengan membangun tembok keliling.
“Mereka telah tiada,namun jasa jasanya tidak akan  pernah terlupakan sampai kapanpun, dengan merawat makam pahlawan nantinya bisa menjadi cerita anak anak cucu masyarakat Bandar Sakti bahwa ada sejarah di kampung ini”,ujar Loekman. 
Usai melakukan tabur bunga, bupati bersama tokoh masyarakat melakukan potong tumpeng peringatan HUT kampung Bandar Sakti, dilakukan penyerahan hadiah kepada para Warakawuri (janda/wanita yang ditinggal mati oleh suaminya anggota TNI).
Acara perayaan ini menampilkan marching band dan karate dari siswa-siswi SDN Bandar Sakti yang sudah ke tingkat provinsi. Tidak lupa juga dengan Pemberian hadiah kepada para wara kawuri.


Pada peringatan HUT kampung ini, masyarakat kampung Bandar Sakti kami ini telah menyelesaikan pembangunan pagar keliling makam pahlawan yang ada dikampung mereka.

Hadir pada acara itu,  Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyo Soemarto, anggota DPRD Lamteng, Camat, Kapolsek, Danramil, tokoh masyarakat, kepala desa se Kecamatan Bandar Sakti, para pemuda yang tergabung dalam  Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/Polri (FKPPI) dan seluruh masyarakat Bandar Sakti. (ADVERTORIAL)



CILEGON -- Ribuan masyarakat Lampung Hadiri Reuni 212, hal tersebut terlihat dari pantauan di pelabuhan merak Banten.

Warga Lampung yang mengikuti jalannya acara tersebut berasal dari berbagai elemen masyarakat yang ada di 15 Kabupaten Kota di Lampung.
Salah satu hal yang menarik merupakan jumlah dan niat dari peserta perhelatan tersebut.

" Ada seribu tiga ratusan orang rombongan yang bareng saya, dan Alhamdulillah kami semua tidak mengeluh walau kami harus bermalam di atas mobil," kata Rizki warga asal kabupaten Lampung Timur.

Menurut Rizki jumlah kendaraan yang mengikuti jalannya acara itu melebihi dari target yang ada.

" Saya kira tadinya tidak sampai  seribuan orang ternyata melebihi, itu buktinya ada 16 bus dan 65 mobil pribadi, kami berangkat berjamaah," jelas Rizki yang juga Kepala Bagian HUMAS, Ikatan Muli Mekhanai Lampung.

Diketahui, rombongan tersebut berangkat sekitar jam 3 sore, dimana titik keberangkatan di Masjid Agung Airan Raya Way Huwi, Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.

Adapun data kendaraan yang mengikuti, gabungan Bus 1-2 dari Dewan Dakwah, Bus 3-4 dari IBF, Bus 5-10 dari Al Hikmah, Bus 11-13 dari Islamic Center,Bus 14-15 dari RGP, Bus 16 dari FPI dan 65 rombongan mobil pribadi. (*)
Diberdayakan oleh Blogger.