Halloween party ideas 2015

BPOM Kepri memusnahkan produk obat dan makanan ilegal. (foto: hany)

BATAM -- Balai Pengawas Obat & Makanan di Batam (BPOM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)
memusnahkan produk obat dan makanan ilegal. Pemusnaan berlangsung di Gedung BPOM Kepri Nongsa Kota Batam, Selasa (18/12/2018).

Kepala BPOM Yosef Dwi Irwan Prakasa, menjelaskan, pemusnahan produk sebanyak 418.316 buah bernilai Rp 4.745.031.200.


"Selama 2018 ini BPOM Kepri telah melakukan proses hukum terhadap 10 kasus, paling banyak adalah produk kosmetik, menyusul makanan dan obat-obatan. Kasus ini sudah kita proses hingga selesai," ujar kata Yosef Dwi Irwan Prakasa, Selasa (18/12/2018).

Ditambahkan Yosef, pelanggaran yang dilakukan merupakan pelanggaran terhadap undang-undang RI nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan pasal 142 dengan ancaman pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 4 milyar serta undang undang nnomo 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 196 dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 milyar.

"Badan POM selalu mendukung dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta peningkatan daya saing pelaku usaha agar mampu memberikan jaminan mutu keamanan, khasiat atau manfaat dari obat serta makanan yang di produksi,” imbuhnya.

Pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar bijak dan cerdas dalam memilih obat dan makanan untuk di konsumsi dengan selalu cek kemasan, label izin edar serta tanggal kadaluarsa.

"Apabila menemukan hal yang mencurigakan agar menghubungi unit layanan pengaduan konsumen (ULPK) BPOM Batam di (0778) 761543 atau gunakan layanan pengaduan langsung kepada kepala Balai di 082169661979," pungkasnya.

Pemusnahan tersebut dihadiri Wagub Kepri Isdianto, Walikota diwakili Kadiskes Batam Didi Kusmayadi, Kejaksaan Negeri Batam, Kepala Kantor Bea dandCukai Batam Susila Brata, BNN Provinsi Kepri ,Bandara Bubu Hang Nadim, BNN Kota Batam dan Perwakilan Polda Kepri. (hany)

Post a Comment

Powered by Blogger.