Halloween party ideas 2015

Bupati Lamteng bersama anak-anak pada acara Gebyar Kreatifitas Anak PAUD.


journalnusantara.co.id -- Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Loekman Djoyosoemarto membuka acara Gebyar Kreatifitas Anak PAUD dan Pencanangan “Gerakan 18:21 Matikan HP dan TV, Ayah Bunda Temani Aku Membaca Buku”, acara berlangsung di gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Gunung Sugih, Selasa (2/10/2018).

Sebagimana kita ketahui bersama kegiatan Gebyar Kreatifitas Seni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki makna yang penting dan strategis, yakni sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan seluruh aspek pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini, melalui rangsangan bermain yang menyenangkan bagi anak dengan memperkaya ragam.

Dalam memajukan pendidikan usia dini di Kabupaten Lampung Tengah, pihaknya tidak menutup mata akan peran dari Bunda PAUD, baik di kabupaten maupun di kecamatan.

“Bunda PAUD adalah profesi sukarela yang secara ikhlas, dan dilandasi dengan rasa cinta dan kasih sayang, sehingga ia harus menjadi lokomotif untuk mendorong segenap elemen dalam masyarakat untuk berpartisipasi. Memang kita harus selalu bergandengan tangan dengan semua elemen masyarakat, agar hasil yang kita tuju menjadi optimal,” jelasnya.


“Jangan lupa melibatkan ibu secara aktif, mengingat peran ibu yang sangat penting dalam mendidik anak usia dini dan dalam menjaga kesehatan di saat kehamilan, agar dapat melahirkan anak-anak yang sehat jasmani dan rohani,” sambungnya.

Ada hal teramat penting jangan diabaikan lanjut bupati, yaitu sisi pembangunan karakter seorang anak, karena melalui pembangunan karakter itulah, seorang anak diajari tentang budi pekerti, tentang moral, tentang baik dan buruk, dan sebagainya.


Hasil gambar untuk Bupati Lamteng Canangkan Gerakan 18:21 Matikan HP dan TV
Bupati Loekman Djoyosoemarto bersama Bunda PAUD Lamteng Ny. Hj. Ellya Luciana Loekman mendampingi anak-anak membaca.

“Dengan pendidikan karakter itu, kita ingin seorang anak kelak tumbuh secara paripurna. Jadi, disinilah juga fungsi dari seorang guru PAUD, yang tentu saja bukan lepas tangannya orang tua, tapi membantu,” kata dia.

Dengan dicanangkannya ini, bupati menambahkan, terjadi pertumbuhan jaringan otak yang diserap adalah apa yang menyenangkan. Kalau pada masa kecil anak-anak sudah mendapatkan perlakuan yang kurang, atau melihat hal-hal yang tidak sepantasnya dia lihat, maka akan direkam di dalam otak, dan itulah yang mempengaruhi kejiwaan seorang anak ketika dia dewasa. Oleh karena itu, ia berharap agar para orang tua dan masyarakat dapat mendukung Gerakan 18-21 ini, kemudian ditindaklanjuti dengan menyeleksi tayangan televisi yang ada. 

Loekman menjelaskan pemahaman orang tua terhadap kebutuhan bermain bagi anak anak usia dini, sehingga diharapkan kedepan anak-anak dapat menjadi generasi yang sehat dan ceria, yang kelak dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Gebyar Kreatifitas Seni PAUD yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia - Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Lampung bertajuk, “Ayo membaca, Aku Anak Indonesia Anak Yang Merdeka” ini juga bisa menjadi ajang untuk bertukar pikiran dan saling sumbang saran di antara para guru dan orang tua, sehingga tercipta suasana yang harmonis dan komunikasi dua arah, yang efektif, efisien, berhasil guna, berdaya guna dan berkesinambungan. (ADVERTORIAL)



Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.