Halloween party ideas 2015


Bandar Lampung -- Hantaman tsunami di Anyer dan gelombang pasang di Kabupaten Pandeglang, Serang Banten di berdampak kepada pesisir pantai di Lampung Selatan. Air laut pasang membuat warga yang mendiami pesisir pantai panik berhamburan menyelamatkan diri karena.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan air laut pasang bukan disebabkan gelombang tsunami karena tidak dibarengi gempa bumi dan hanya fenomena alam air laut pasang, namun hal ini di tambahkan mereka bukan meralat  tapi pihak BMKG terus melengkapi data.


BMKG dalam keterangan pers dini hari, Minggu (23/12), yang disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, mengatakan BMKG telah memberikan peringatan akan adanya gelombang pasang karena pada hari Sabtu (21/12) sekitar jam 13.51 WIB telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) level waspada.

"BMKG pada hari Sabtu sudah memberikan peringatan dini ada potensi gelombang tinggi di Selat Sunda, peringatan ini dari tanggal 21 sampai dengan 25 Desember," jelas Dwikorita di Jakarta.

Analisa BMKG, gelombang tsunami yang terjadi di Anyer sama dengan tsunami di Palu dan di duga akibat erupsi GAK tapi BMKG masih membutuhkan analisa kebenaran dan mereka masih mengumpulkan data.

"Kami menghimbau masyarakat tetap tenang namun jangan berada di sekitar pantai Selat Sunda karena pemicu tsunami masih dugaan," jelas kenapa Wartawan.

Ditambahkan Deputi Bidang Geofisika BMKG Mohammad Sadly, pada hari Sabtu sekitar jam 21.03 WIB, ada erupsi di GAK dan terjadinya tsunami tidak ada gempa di sekitar Selat Sunda.

Akibat gelombang pasang di pesisir Lampung, masyarakat mengungsi menyelamatkan diri, para pengungsi berkumpul di balai Keratun komplek rumah dinas Gubernur Lampung.

Penanganan bencana dan pengungsi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung yang disampaikan Kasubbid Kedaruratan dan Bencana, Efendi Arsyad, malam ini banyak masyarakat yang mengungsi ke balai Keratun Kantor Gubernur Lampung.

"Ada sekitar 500 orang yang mengungsi ke balai Keratun, mereka khawatir terjadi tsunami dan pak Gubernur sudah meminta masyarakat pulang karena sudah aman, tapi bagi masyarakat yang tetap ingin bertahan, tetap kami layani," ujar Efendi kepada wartawan.

Penanganan bencana BPDB Lampung telah mengerahkan dari berbagai unsur seperti BPDB sendiri, Tagana, Satpol PP dan kesatuan TNI/Polri, begitu juga logistik pihak BPBD sudah menyalurkan kepada pihak pengungsi di balai Keratun Bandar Lampung.

"Kami sudah mengerahkan petugas untuk membantu masyarakat, di Lampung Selatan sekitar 1 peleton Satgas BPBD dan di balai Keratun sebanyak 12 peleton dari Satpol PP, BPBD, Tagana dan TNI/Polri. Untuk logistik serahkan BPBD dan Tagana," tukasnya. (jn)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.