Halloween party ideas 2015


BANDAR LAMPUNG -- Melihat perkembangan informasi dari BMKG dan analisa pakar vulkanologi, kegempaan dan tsunami, kini Anak Gunung Krakatau memasuki fase mematikan, dengan analisis ini bisa disebutkan saat ini Lampung Darurat Tsunami. Demikian diungkapkan anggota DPD RI, Andi Surya.

"Kesimpulan Darurat Tsunami bisa menjadi keputusan pemerintah dengan alasan Gunung Anak Krakatau makin bergelora menyembur lava dan uap panas bahkan sebagian dari Gunung Anak Krakatau ini runtuh dan menyebabkan longsor bawah laut menyebabkan tsunami yang ditunjang oleh keadaan cuaca angin dan hujan," ungkap Andi Surya.

Masih menurutnya, Jess Phoenix, ahli vulkanologi dari Amerika Serikat, salah satu penemu badan riset nirlaba, Blueprint Earth, dan seorang fellow di perkumpulan Royal Geographical, menyampaikan analisis terkini tentang Gunung Anak Krakatau dalam laman BBC Indonesia, Rabu (25/12/2018), Info terkini Gunung Anak Krakatau memasuki fase baru dan mematikan.

Dikatakan Jase Phoenix, fase baru erupsi Anak Krakatau diikuti tragedi yang tidak biasa, yaitu tsunami, tulisnya. Menurutnya, dengan data yang ada, tampaknya tsunami yang menerjang bagian barat pulau Jawa (Banten) dan Lampung, pada Sabtu (22/12/2018) ini disebabkan oleh runtuhnya bagian Anak Krakatau yang memicu longsor bawah laut.

"Maka dengan fakta-fakta ini, Pemerintah Lampung wajib siaga dengan menetapkan Lampung sebagai Darurat Tsunami," tutur Andi.

"Saya ingin potensi bencana alam ini tidak dilemahkan dengan penghalusan sekedar pasang laut, kondisi cuaca serta purnana atau sekedar erupsi biasa, karena dengan ketidak-tegasan kebijakan pemerintah akan menyebabkan kelengahan yang mengakibatkan korban banyak dari warga masyarakat pinggiran pantai Selat Sunda". Tutup Andi Surya. (as/jn)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.