Halloween party ideas 2015

Ketua Sekber Pers Indonesia Wilson Lalengke. (foto: imi)
JAKARTA -- Ribuan wartawan dari seluruh Indonesia berkumpul dalam rangka musyawarah besar (Mubes)
Pers Indonesia 2018 yang dilaksanakan di Sekretariat Bersama (Sekber) di Gedung Sasono Utama Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (18/12/2018).

Pertemuan jurnalis mengusung tema, "Satukan Persepsi Seluruh Insan Pers Tanah Air Untuk Membentuk Dewan Pers Independen Demi Mewujudkan Profesionalisme dan Independensi Pers Indonesia Sesuai Amanat UU Nomor 40 Tahun 1999."

Ribuan Wartawan dari seluruh Indonesia berkumpul di TMII. (foto: imi)
Ketua Sekber Pers Indonesia Wilson Lalengke, S. Pd, M. Sc, MA dalam sambutannya, mengatakan, baru kali pertama ini di tahun 2018 ini Pers Indonesia pada menyatukan hati untuk menyatukan visi, menyatukan langkah.

"Kita satukan hati, satukan langkah dan satukan visi, bersama-sama di tempat ini, bahwa kita ada dan kita perlu dihargai, diberikan peran yang sebenarnya dan yang sesungguhnya membangun neegri ini,” kata Wilson Lalengke.

Masih kata Wilson, dalam pertemuan itu, ia menyampaikan dihadapan ribuan Wartawan, ia ingin membentuk Dewan Pers Independent.

"Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan kepada kawan-kawan semua, mari satukan visi kita untuk membentuk Dewan Pers Independen,” seru Wilson.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perwarta Warga Indonesia (DPD PPWI) Provinsi Nangroe Aceh Darussallam (NAD), Fachrurozi, menyampaikan, bahwa pertemuan tersebut telah membuat sejarah baru bagi pers Indonesia. Pertemuan ribuan jurnalis telah membuat sejarah baru bagi Pers Indonesia, dan ia menilai Dewan Pers telah menyelewengkan UU Pers No 40 Tahun 1999 tentang Pokok Pers.

"Kita ini sudah membuat sejarah baru bagi PersIndonesia, hari ini secara tegas dan jelas Undang Undang nomor 40 Tahun 1999 telah diselewengkan oleh mereka, yang mempunyai kepentingan-kepentingan, mereka bisa menguasai Undang Undang Pers, mereka bisa menguasai Indonesia, tetapi mereka lupa bahwa ada anak-anak bangsa seperti kita yang terus bersuara demi kebenaran dan keadilan,” tegasnya

Menurut Ketua DPD PPWI NAD itu, ia ingin menyelamatkan Undang Undang Pers dan tidak ingin seorang jurnalis telah diberi batasan dalam penulisan selama itu masih menganut UU Pers.

"Undang Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 menyatakan, tidak adanya jumlah dan batasan, demokrasi jangan di bendung, kebebasan jangan di bendung, selamatkan Undang Undang Pers, kita ganti mereka yang kayak penguasa, kita jadikan Dewan Pers Independen,” tegasnya.

Dilanjutkannya, "hari ini kita akan buktikan kepada Indonesia, kita buktikan pada saudara-saudara kita yang telah mencari kebenaran dan keadilan, tapi didiskriminasikan oleh pejabat-pejabat dan penguasa, tapi kita tidak tinggal diam,” tutupnya. (suhaimi)

Post a Comment

Powered by Blogger.