Halloween party ideas 2015

Zulfikar Iwan
LAMPUNG TENGAH --Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi seluruh Kepala Kampung (Kakam) di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) beberapa waktu lalu menuai pertanyaan.

Menurut sumber yang enggan namanya ditulis, mengatakan, Bimtek yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK) melibatkan 300 lebih Kakam dan Lurah.

Menurut sumber tadi, bimtek seyogyanya sangat baik untuk pemahaman suatu persoalan bagi pesertanya, namun kegiatan tersebut justru menimbulkan persoalan dan pertanyaan, pasalnya kegiatan bimtek terindikasi sebagai ajang pungutan liar (pungli) bagi oknum di dinas PMK, karena disenyalir peserta bimtek dimintai uang sebesar Rp 5 juta, konon kegiatan itu dilaksanakan 4 kali dalam setahun, sehingga jika hal tersebut benar adanya, maka per Kakam dan Lurah harus mengeluarkan uang Rp 20 juta.

"Penyerahan uang melalui pihak ketiga sebagai pelaksana, ada juga yang melalui Kabid (kepala bidang) dan sejumlah pihak di dinas PMK," ujarnya.

Berkaitan hal ini, mantan kepala dinas PMK Zulfikar Irwan, saat diminta klarifikasi melalui pesan WhatsApp nya, tidak menjawab dan saat ditanya kembali nomor WhatsApp nya tidak aktif lagi.

Beberapa hari kemudian, Zulfikar Irwan yang saat ini menjadi Kadis Sosial tanpa sengaja bertemu di Kantor Pemda dan ia tidak memberikan penjelasan hanya mengarahkan untuk menemui salah satu Kabid PMK.

"Untuk lebih jelas silakan tanya Kabid, kan mau penjelasan, silahkan temui Sumarno,
Kabidnya," katanya sambil terburu-buru masuk kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) karena mau rapat, Kamis (10/01/2019). 

Sementara Sumarno, Kabid yang di maksud Zulfikar Irwan belum memberikan klarifikasi karena saat akan ditemui yang bersangkutan menurut staf Dinas PMK sedang berada di Jakarta, Selasa (15/01/2019). (jn)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.