Halloween party ideas 2015

Riyanto. (foto: ryto)
LAMPUNG TENGAH -- Adanya dugaan pungutan liar (pungli) disatukan pendidikan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Nambahrejo Kecamatan Kota Gajah, Lampung Tengah telah membuat perhatian Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Tengah.

Baca: Orang Tua Siswa SDN 3 Nambahrejo Resah dan Kecewa

Melalui pesan WhatsAppnya, Kabid Dikdas, Riyanto, mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti informasi adanya dugaan pungli yang mereka terima dan segera akan mencari tahu kebenaran berita.

"Kami akan segera menindaklanjuti informasi yang kami terima, terkait adanya berita tentang dugaan pungli di SDN 3 Nambahrejo Kota Gajah, kami juga akan mengecek kebenaran berita tersebut, kami akan turun kebawah untuk verifikasi," ujar Riyanto, Selasa (22/01/2019).

Untuk memastikan kapan pihaknya mulai menindaklanjuti, Riyanto mengatakan, sepulang dari kegiatan workshop bersama Kadis Dikbud, H. Kusen di Bandar Lampung.

"Aku besok dan lusa, (Rabu dan Kamis, 23-24 Januari 2019), workshop di Bandar Lampung dengan pak Kadis, setelah aku workshop aku sikapi," kata Riyanto.

Sebelumnya diberitakan, orang tua atau wali murid SDN 3 Nambahrejo dimintai uang Rp 100 ribu orang dengan alasan untuk membangun ruang kelas, dan pungutan tersebut menurut pengakuan sejumlah orang tua siswa mereka tidak pernah diajak bermusyawarah.

Ironisnya, saat diklarifikasi, Kepala Sekolah Manasaf  mengatakan, ia tidak tahu menahu berkenaan dengan pungutan di lembaga satuan pendidikan yang dia pimpin, ia berdalih pungutan uang urusan Komite sekolah, namun ketika pungutan dirasa tidak berjalan lancar, menurut sumber pihak sekolah mengeluarkan surat undangan untuk para orang tua siswa guna membahas pungutan uang Rp 100 ribu.

Ada kejanggalan patut dipertanyakan, sebelumnya kepala sekolah mengaku tidak tahu menahu, akan tetapi surat undangan tertulis dalam lembar kertas berkop Sekolah dan ditandatangani oleh Kepala Sekolah bukan sebaliknya, semestinya kop dan ditandatangani komite sekolah.(jn)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.