Halloween party ideas 2015

Finger Print di pintu akses ruangan Sekretaris BPKAD. (foto: jn)
LAMPUNG TENGAH -- Sebagai upaya antisipasi pencegahan kebocoran data dan kedatangan pegawai "siluman"  kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) telah mengambil langkah pengamanan cukup over protektif  (pengamanan yang berlebihan).

Tentu pihak BPKAD mempunyai alasan untuk melakukan pengamanan seisi kantornya, seperti disampaikan Sekretaris BPKAD, Jon Novri, ia mengatakan, pengamanan dilakukan untuk mencegah kebocoran dari dalam dan mencegah tamu pegawai siluman.

"Kami pasang pengamanan finger print untuk mencegah kebocoran data dari dalam (BPKAD) dan tamu tanpa terkecuali harus meninggalkan KTP, karena siapa tahu ada pegawai siluman dan langsung pergi begitu saja sehingga kartu indentitas tamu terbawa," ujar Jon Novri tanpa penjelasan detail jenis pegawai siluman yang ia maksud.

Sebenarnya, Jon Novri  sepertinya menyadari langkah pengamanan yang mereka lakukan merupakan hal yang sia-sia, karena ia sendiri mengatakan, bahwa data bisa diperoleh dari mana saja.

"Memang data keuangan merupakan data publik (umum), dan dapat diperoleh dari mana saja, tapi kami mencoba melakukan perbaikan dari dalam, apalagi saat ini BPKAD sudah melakukan pelayanan loket satu pintu," imbuhnya.

Hasil pantauan di kantor BPKAD,  tanpa terkecuali pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tamu umum yang akan berkunjung ke kantor tersebut harus melalui pintu utama menggunakan finger print yang juga di jaga anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), setelah masuk pintu utama tamu harus menulis buku tamu dan menggunakan kartu indentitas tamu serta harus meninggalkan kartu tanda penduduk (KTP).

Selanjutnya, tamu diarahkan keruangan atau objek yang akan ditemui dan nanti dulu, tamu tadi tentu tidak langsung bisa bertemu seseorang, karena harus melalui pintu yang menggunakan pengamanan finger print lagi.

Jumlah alat pengamanan pinger prin yang terpasang di tiap pintu akses dalam kantor tersebut sebanyak 9 finger print, luar biasa inovasi yang diciptakan pihak BPKAD Lamteng. (jn)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.