Halloween party ideas 2015

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S. Erlangga yang didampingi Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Ike Krisnadian memberikan keterangan. (foto: humaspoldakepri)


BATAM, JNNews – Direktorat Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Kepulauan Riau (Kepri) berhasil mengungkap pratek tidak pidana kesusilaan melalui media sosial (Medsos). Pengungkapan itu berdasarkan laporan polisi LP-A/16/II/2019/SPKT-Kepri,Tanggal 8 Februari 2019 dengan tersangka berinsial AA, berjenis kelamin lelaki 32 tahun beralamat di Kotabaru Residence Kotabaru Kabupatem Karawang Provinsi Jawa Barat.

Dalam keterangan persnya, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S. Erlangga yang didampingi Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Ike Krisnadian,  ada sekira bulan Januari 2019 tersangka menawarkan perempuan untuk melakukan hubungan seks dengan laki-laki di akun wechat atas nama Ms Evve, Miss Evve dan Shofie. Didalam album tersebut juga dijelaskan angka atau harga untuk short time atau long time terhadap perempuan-perempuan tersebut. Harga dari masing-masing perempuan yang ada didalam album tersebut berbeda-beda mulai dari Rp 400 ribu sampai Rp 1 juta.

Kemudian, lanjut S. Erlangga, oleh petugas dilakukan pemesanan terhadap salah satu perempuan yang ditawarkan pada tanggal 8 Januari 2019 dengan harga Rp 700 ribu,  dan pada saat bertemu kemudian terhadap perempuan tersebut diamankan dan dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa perempuan tersebut ada mengirimkan fotonya kepada tersangka untuk ditawarkan kepada laki-laki yang akan menggunakan jasanya.

“Untuk tersangka dilakukan penangkapan di Karawang, Jawa Barat dan di dalam handphone tersangka ditemukan akun wechat dengan nama Ms Evve, Miss Evve dan Shofie yang digunakan untuk menjual atau menawarkan perempuan tersebut kepada laki-laki. Perempuan-perempuan yang ditawarkan tersebut selain ditawarkan secara online di aplikasi wechat juga ada yang bekerja di karaoke, panti pijat dan freelance,” jelas Kabid Humas, Jum’at (15/02/2019).

 Dari setiap transaksi yang dilakukan, kata Kabid Humas Polda Kepri, baik short time maupun long time, tersangka mendapatkan komisi 20 sampai dengan 25 persen, untuk perempuan mendapatkan 50 persen dan 25 persen biaya tempat dimana perempuan tersebut bekerja. Jumlah perempuan yang ditawarkan di akun wechat tersebut berjumlah kurang lebih 65 orang, berumur antara 20 sampai 26 tahun.

Modus yang dijalankan tersangka, dipaparkan Kabid Humas, tersangka menampilkan foto-foto perempuan di dalam album aplikasi wechat atas nama Ms Evve, Miss evve dan Shofie untuk ditawarkan kepada pengguna Wechat.

“Apabila ada pengguna Wechat yang tertarik dan ingin menggunakan layanan seks dari perempuan tersebut dapat menanyakan dan memesannya kepada tersangka. Setelah layanan seks tersebut selesai dilakukan maka tersangka akan mendapatan komisi yang selain diambil sendiri juga dikirimkan melalui rekening milik tersangka, sedangkan motifnya pelaku ingin mendapatkan keuntungan berupa uang dengan cara melakukan menawarkan perempuan di aplikasi Wechat yang dapat digunakan jasanya untuk layanan seks,” paparnya.

Tersangka kata Kombes Pol S. Erlangga dikenakan Pasal 45 Ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 296 jo Pasal 506 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP).

Barang bukti yang berhasil diamankan 1 buah buku tabungan BRI  Simpedes dengan no rekening 7306-01-0098xx-xx-x atas nama pelaku, 1  buah kartu ATM BRI dengan nomor kartu 5221 8420 5587 xxxx, 1  unit handphone merek Xiaomi Redmi Note 5A Prime warna abu-abu dengan nomor IMEI 865396034860763 pada slot 1, dan nomor Imei 865396035680764 pada slot 2  yang didalamnya terpasang kartu Telkomsel dengan nomor 08126193xxx, 1 akun Wechat dengan nama Miss Evve dengan ID Wechat Supasupu, 1 akun wechat dengan nama Ms Evve dengan ID Wechat Chikarg123, 1 akun Wechat dengan nama Shofie dengan ID Wechat Pelayanwanita dan 1 akun Whatsapp dengan nomor 0813-8082-xxxx dengan nama M. (jn/rls)

Sumber: Humas Polda Kepri



Post a Comment

Powered by Blogger.