Halloween party ideas 2015

Kepala UPTD PAM Lamteng, Suharsono (kanan) diruang pengolahan air bersih. (foto: jn)
LAMPUNG TENGAH, JNNews -- Perusahaan Air Minum (PAM) milik Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) sampai saat ini belum juga beroperasi secara maksimal, masih terkendala sarana penunjangnya lainnya, seperti jaringan pipa distribusi air bawah tanah.

Menurut Kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) PAM Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perwakim), Suharsono, jaringan pipa yang terpasang sudah sulit terdeteksi karena saat ini posisi pipa bukan lagi dipinggir jalan tetapi sudah berada dibawah badan jalan, jauh lebih sulit untuk dilakukan perbaikan.

Bak penampungan pengolahan air dari sungai menjadi air bersih. (foto: jn)

"Pipa PAM yang dulunya terpasang dibawah tanah di pinggir jalan, sekarang ini posisinya tidak lagi seperti semula tapi sudah dibawah badan jalan, karena adanya pembangunan pelebaran jalan," jelas Suharsono mendampingi Kadis Ir. Rudiyanto.

Ia juga menggambarkan kondisi jaringan pipa PAM banyak yang bocor tanpa dapat diketahui titik pasti kebocoran, pihaknya sudah berupaya mencari kebocoran itu namun belum ditemukan, dampak kebocoran itu, kata Suharsono, menghabiskan tampungan ratusan ribu liter air hasil olahan mereka.


  • "Kami sudah mencari kebocoran pipa tapi belum ketemu juga, akibat kebocoran itu, ratusan ribu liter air bersih hasil olahan ditampungan jadi berkurang banyak, terbuang percuma tanpa diketahui titik kebocoran," ujar Suharsono diruang kerjanya, Senin (04/02/2019).


Untuk mengatasi hal itu, Kepala UPTD memberi solusi, bila jaringan pipa lama harus diperbaiki, lebih baik membangun jaringan pipa baru, solusi itu dia berikan dengan pertimbangan biaya akan jauh lebih kecil dari perawatan jaringan pipa lama.

"Kami punya pertimbangan, untuk mengatasi kebocoran dan letak pipa pipa distribusi utama kalau harus dilakukan perawatan atau pemeliharaan lebih baik dibangun jaringan pipa baru, perhitungan ekonomi dan efesiensi jauh lebih kecil dan lebih cepat serta mudah," ungkapnya.

Kalau melakukan perawatan pipa lama, Suharsono menuturkan, mereka harus mencari titik kebocoran dan menggali tanah atau badan jalan, sesuatu pekerjaan sulit dilakukan karena arus lalu lintas sangat ramai, sehingga akan memacetkan lalulintas terutama diruas jalan lintas Sumatera.

"Bangun jaringan pipa baru kita bisa menggali dan memasang jaringan pipa sesuai kondisi saat ini, dan langkah ini jauh lebih efektif daripada merawat yang lama, tentu kita membutuhkan tukang gali, tukang pasang dan titik kebocoran belum pasti," pungkasnya. (jn)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.