Halloween party ideas 2015


Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Drs. S. Erlangga dan Direktur Resnarkoba polda Kepri Kombes Pol K. Yani Sudarto, memberikan keterangan pers. (foto: humaspoldakepri)

BATAM, JNNews -- Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) merilis keberhasilan mereka mengungkap kasus Tindak Pidana Narkotika jenis Sabu, di Pendopo Polda Kepri, Kamis (14/02/2019). Dalam siaran persnya yang dihadiri Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Drs. S. Erlangga, Direktur Resnarkoba polda Kepri Kombes Pol K. Yani Sudarto, S.I.K, M.Si, Kabidhumas menjelaskan kronologis kejadian,  pengungkapan tersebut berhasil diungkap pada hari Selasa,  (12/02/2019, pukul 17.00 WIB di pinggir jalan depan KFC Tiban 3 Kelurahan Tiban Baru Kecamatan Sekupang Kota Batam.

“Telah diamankan seorang laki-laki, inisial HD alias LA, kelahiran Teluk Lancang (Kepri) tanggal 24 juli 1988 jenis kelamin laki-laki beragama Islam, pekerjaan wiraswasta dan saat ini beralamat di Tiban-Sekupang Kota Batam,” jelas Kabid Humas.

Kasus ini, lanjutnya, merupakan pengembangan dari pengungkapan sebelumnya oleh Ditresnarkoba Polda Kepri, tersangkanya PZ yang membawa sabu di dalam perut melalui anus, yang diamankan di ruang tunggu keberangkatan Bandara Hang Nadim pada tgl 23 januari 2019.



Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Drs. S. Erlangga dan Direktur Resnarkoba polda Kepri Kombes Pol K. Yani Sudarto menunjukan tersangka berikut barang bukti yang berhasil mereka amankan. (foto: humaspoldakepri)


“Pengembangan dan penyelidikan bahwa sabu tersangka PZ di dapat dari seseorang bandar sabu yang berinisial HD alias LA di Batam dan memerintahkan kepada PZ untuk membawa sabu ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB),” lanjut Kombes Pol. Drs. S. Erlangga dihadapan wartawan.

Tersangka HD alias LA kata Kombes Erlangga, berperan sebagai kurir, pengambil sabu melalui laut perbatasan Indonesia-Malaysia, sekaligus sebagai bandar narkoba yang memberikan perintah kepada kurir-kurir antar provinsi.

“Pada hari Minggu pagi tanggal 10 Februari 2019, tersangka HD alias AL pergi keluar Batam menuju laut perbatasan Indoneisa-Malaysia untuk menjemput sabu. Dua hari kemudian pada hari Selasa 12 Februari 2019, pukul 10.00 WIB, tersangka HD tiba di Batam melalui salah satu pelabuhan di Batam, dilakukan pengejaran dan penangkapan terhadap tersangka HD laangsung dilakukan penggeledahan dan ditemukan dari dalam tas ransel miliknya 2 bungkus plastik warna kuning hijau yang bertuliskan guanyinwang yang didalamnya berisikan serbuk kristal bening diduga narkotika jenis sabu,” paparnya.

Hasil pendalaman terhadap tersangka, Kombes Pol Drs. S. Erlangga menambahkan, , sabu akan diberikan kepada beberapa kurir antar provinsi, antara lain kurir narkoba Batam-Riau, Batam-Palembang, Batam-Lampung, Batam-Jakarta, Batam-surabaya dangan modus yang berbeda beda seperti memasukkan didalam sepatu, memasukkan didalam anus dengan menggunakan transportasi udara, laut dan darat.Barang bukti berhasil yang diamankan, 2  bungkus besar plastik warna hijau kuning yang bertuliskan guanyinwang yang didalamnya berisikan serbuk kristal bening diduga narkotika jenis sabu dengan berat total 2.021 gram, dengan rincian masing-masing bungkusan 1.018 gram dan 1.003 gram sabu, 1 buah tas warna coklat, 1 unit sepeda motor merk Yamaha Mio warna putih dengan nomor polisi 4727 CB, 1 unit handphone pintar merek Oppo F1S dan 1 (satu) unit handphone Nokia warna biru.

Pasal yang dilanggar merurut polisi Pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) Undang -Undang Republik Indonesia No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. (jn/rls)

Sumber: Humas Polda Kepri



Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.