Halloween party ideas 2015


BATAM, JNNews -- MM dan MR ditangkap dan diamankan polisi karena diduga menyelundupkan manusia dari Malaysia masuk ke Batam lewat “Pelabuhan Tikus”.

Hal tersebut dikatakan oleh Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol S. Erlangga dalam Konferensi Pers Tindak pidana People Smugling di Media Centre Polda Kepri, Selasa, (12/03/2019).

“Kronologis penanganan perkara, pada hari Senin, 11 Maret 2019 sekira pukul 16.00 WIB, anggota Subdit IV mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada PMI dari Malaysia tiba di Batam melalui jalur non prosedural atau jalur belakang atau pelabuhan tikus. Kemudian dilakukan penyelidikan oleh anggota Subdit IV dan sekira pukul 23.30 WIB anggota Subdit IV mengamankan kendaraan minibus BP 7046 DC yang memuat diduga korban penyeludupan manusia atau people smugling sebanyak 18 orang beserta 1 orang supir di halte depan Legenda Malaka, Batam,”  Setelah dilakukan interogasi kemudian dilakukan penyelidikan dan pengembangan oleh anggota Subdit IV dan berhasil mengamankan 1 orang pengurus atau penampung di perumahan Bukit Raya Batam Center.

Kemudian dilakukan penyelidikan dan pengembangan kembali oleh anggota Subdit IV dan berhasil mengamankan 19 orang diduga korban People Smugling dan 1 orang pengurus atau penampung di Perumahan Taman Batara raya, Batam.

“Dari keterangan para korban, mereka adalah PMI yang pulang dari negara Malaysia menuju ke Pantai Tanjung Sengkuang Batam dengan menggunakan speed boat melalui jalur non prosedural atau jalur belakang atau jalur tikus. Dari hasil penyelidikan dan penyidikan diperolah keterangan bahwa jumlah keseluruhan PMI diduga korban People Smugling yang diamankan adalah 37 orang,” kata Erlangga.

“Pelaku adalah MR alias E selaku pengurus atau penampung dan tersangka telah ditahan dan juga MM alias M selaku pengurus atau penampung, tersangka juga telah ditahan,” kata Erlangga.

Barang bukti yang diamankan yaiti 1 unit mobil minibus warna silver, beberapa unit HP, dan 3 lembar tiket pesawat.

“Terkait dengan kapal spead boat yang digunakan untuk membawa korban dari Malaysia belum ditemukan,” kata Erlangga.

Terhadap perbuatan pelaku dikenakan pasal 120 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2011 Tentang Keimigrasian dengan ancaman 15 tahun penjara. (hany)

Post a Comment

Powered by Blogger.