Halloween party ideas 2015


LAMPUNG TENGAH, JNNews Pencanangan Zona Integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM) di Pengadilan Negeri (PN) Gunung Sugih hari ini bersamaan dengan penyampaian dokumen Laporan Tahunan Kinerja PN Gunung Sugih di Tahun 2018 ada beberapa hal menarik untuk diulas, Rabu (27/02/2019).

Hal yang menarik untuk dibahas, yakni terkait pelayanan publik terkait penyelesaian perkara baik Pidana maupun perdata lalu output langsung kinerja putusan hakimyang direspon oleh masyarakat pencari keadilan di Lampung Tengah.

Pada tahun 2018 PN Gunung Sugih menerimana perkara pidana Anak, Dewasa, Praperadilan, cepat dan singkat sebanyak 512 perkara, adapun dalam perkara sebanyak 37 berkas, gugatan biasa 11 berkas perkara permohonan dan 11 berkas perkara gugatan sederhana dan yang telah diputus, perkara pidana sebanyak 507, sisanya diselesaikan di tahun 2019.

Dari 507 yang diputus di tahun 2018 tersebut yang melakukan upaya hukum banding sebanyak 3 berkas pidana biasa sedangkan yang yang melakukan upaya hukum kasasi 1 berkas.

Adapun dalam perkara perdata gugatan biasa yang diterima sebanyak 37 ditambah sisa tahun 2017 sebanyak 10  berkas sehingga berjumlah 47 berkas, kemudian diputus sebanyak 38 berkas, sisanya diteruskan untuk diperiksa ditahun 2019, dalam hal ini tidak ada pihak mengajukan upaya hukum banding.

Dari data tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam penanganan perkara pidana dan perdata tersebut di PN Gunung Sugih dari total jumlah perkara putus sebanyak  507 pidana ditambah 38 perdata sehingga total sebanyak 545 perkara yang diputus di tahun 2018.

Dari data 545 perkara yang diputus di PN Gunung Sugih pada tahun 2018 tersebut hanya ada 4 berkas  saja yang mengajukan upaya hukum Banding dan Kasasi.

Ketua PN Gunung Sugih, Syamsul Arief  dalam Laptah Kinerja PN Gunung Sugih Tahun 2018 menyampaikan kongklusi bahwa kinerja PN Gunung Sugih sesungguhnya telah merefleksikan keadilan bagi masyarakat dalam mencari keadilan.

 "Keadilan itu sesungguhnya tidak selalu abstak, yang hanya terukur melalui perasaan kepuasan dalam psikis pribadi masing-masing. Tapi keadilan sesungguhnya dapat diukur dan disimpulkan dalam angka statistik jumlah perkara yang diputus dan jumlah respon upaya hukum masyarakat atas putusan itu. Dari data yang tersaji tersebut dapat disimpulkan jumlah perkara yang diputus Hakim PN Gunung Sugih lebih dari 99 persen diterima masyarakat," jelas Syamsul.

Jika kita tidak percaya, lanjutnya, pada angka statistik, apalagi kebenaran harus diyakinkan.

Demikian disampaikan Syamsul dalam acara Pencanangan Zona Integritas dan Laptah Kinerja Tahun 2018 di PN Gunung Sugih yang dihadiri Ketua PN Gunung Sugih, Ketua PWI Lamteng Ganda Hariyadi, Dandim 0411/LT, Kajari  Kepala Lapas, Asisten Bupati, Kepala Kantor ATR/BPN, Ketua DPRD Lamteng dan perwakilan Polres Lamteng, Ketua MUI serta para tamu undangan lainnya, acara berlangsung di aula PN Gunung Sugih. (*/gh)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.