Halloween party ideas 2015

Bupati foto bersama usai bertemu pihak SMKN 3 Terbanggi Besar. (foto: aan)
LAMPUNG TENGAH, JNNews --  Mendengar ada siswi SMKN 3 Terbanggi Besar hampir tidak bisa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Loekman Djoyosoemarto didampingi Kadis Pendidikan Kusen dan Camat Terbanggi Besar Fathul Arifin mendatangi sekolah tersebut, Selasa (26/03/2019).

Bupati menyampaikan kedatangan ke SMKN tersebut, menanyakan terkait pemberitaan sebelumnya bahwa ada salah satu siswi yang tidak mengikuti ujian karena tidak diberi nomor ujian dan telah berusaha meminta nomor ujian kepada guru setempat.

"Saya datang kesini menanggapi pemberitaan tentang SMK N 3 Terbanggi Besar. Terkait tidak bisa ikut sertanya salah satu siswi karena belum membayar uang komite. Saya datang untuk mengklarifikasi hal tersebut," ujar Bupati.

Secara tegas dikatakan Bupati, "siswa tidak mampu wajib dibebaskan dari biaya komite," tukasnya.


Fitriana siswi SMKN 3 Terbanggi Besar.
 (foto: aan)

Bupati melanjutkan, pihak sekolah  jangan membuat pendapat yang menyalahkan rekan media yang membuat pemberitaan terkait hal tersebut.

"Pihak sekolah semestinya melakukan klarifikasi dan tidak membuat kesimpang siuran dalam pemberitaan. Jika memang kondisi siswi tersebut tidak mampu dengan dilampirkan persyaratan yang ada, wajib dibebaskan pihak sekolah," tambahnya.

Bupati menjelaskan, dalam melakukan tugasnya komite sekolah juga harus memiliki cara bagaimana membuat wali murid secara ikhlas memberikan dan tidak ada unsur paksaan.

"Saya tidak ingin di Kabupaten Lampung Tengah ini, ada pejabat yang terkena kasus hukum, ini harus hati-hati dalam bertindak dan pihak sekolah atau komite seharusnya tidak memberatkan biaya lagi kepada siswa dalam pembiayaan sekolah atau bisa dengan cara subsidi silang," tambah Bupati

Kepala Sekolah SMKN 3 Terbanggi Besar, Nur Khasanah mengatakan, pihaknya tidak memberatkan siswa dalam pembayaran uang komite. Pihak sekolah malah berdalih pemberitaan di media itu tidak benar.

Sementara fakta dilapangan dibuktikan pengakuan siswi bernama Fitriana tidak mendapat nomor ujian di hari pelaksanaan hari pertama UNBK, pengakuan tersebut dengan bukti rekaman video, pihak sekolah tetap membantahnya.

Bupati dan diterima Nur Khasanah di ruang kerjanya yang didampingi dewan guru setempat. (*)








Post a Comment

Powered by Blogger.