Halloween party ideas 2015

Pemateri sosialisasi tahapan pemilu. (foto: jn)
LAMPUNG TENGAH, JNNews -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung Tengah (Lamteng) menggelar Sosialisasi Fasilitasi dan Koordinasi Pengawasan tahapan Pemilu di Moonbe Cafe Resto, Bandarjaya, Senin (15/04/2019).

Pada saat itu Ketua Bawaslu Lamteng Harmono, mmengatakan, sosialisasi dilakukan untuk mensolidkan pengawasan terkait praktek politik uang (money politics) serta peran pengawasan dari berbagai elemen masyarakat, karena Bawaslu tidak dibekali ilmu penyelidikan yang komprehensif untuk mengawasi hal tersebut.

Peserta sosialisasi. (foto: jn)

"Kami berharap peran serta seluruh elemen untuk mencegah terjadinya praktek politik uang. Kami juga menghimbau kepada siapa saja untuk melaporkan apabila ditemukan adanya praktek tersebut," ujar Harmono.

Bawaslu dalam hal ini juga mengajak seluruh element masyarakat ikut mengawasi jalannya masa tenang.

"Mari kita  sambut pesta Demokrasi 17 April 2019 ini dengan riang gembira tanpa harus menggunakan praktik politik uang,"tambahnya.

Sementara Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Eko Dian Susanto sebagai pemateri mengatakan, tingakat praktek poltik uang di Lamteng cukup tinggi serta index partisipasi masyarakat sangat rendah sekitar 61 persen.

Untuk mengatasi hal itu tidak cukup hanya KPU dan Bawaslu yang bekerja, tetapi perlu peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam mengawasinya."Disini perlu kesadaran para pemilih untuk memutus praktek politik uang, jadilah pemilih yang cerdas,"ujarnya.

Pemateri selanjutnya, Komisioner Bawaslu Provinsi Lampung Ade Azhari, mengatakan masa tenang pemilu menjadi masa tidak tenang bagi pihaknya. Karena masa tenang ini menjadi sebuah kebiasaan bagi para calon untuk membagikan sesuatu yang dilarang.

"Masa tenang ini kita (Bawaslu) mencurahkan segala tenaga dan pikiran untuk mencegah terjadinya politik uang"ujarnya

"Untuk meminimalisir terjadinya hal tersebut kami melaksanakan patroli bersama aparat kepolisian. Kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat apabila menemukan adanya peserta pemilu yang membagikan uang atau sembako agar segera melaporkan ke Bawaslu setempat,"himbaunya.

Secara kelembagaan, kata Ade Bawaslu siap melaksanakan pengawasan di 3953 TPS se Lamteng.

"Kami memiliki satu orang per TPS yang siap mengawasi jalannya Pemilu,"ujarnya.

Hadir dalam sosialisasi, Staf Ahli Bupati, Kasat Reskrim Polres Lamteng, Perwakilan TNI, Mappilu Lamteng, Ketua MUI Lamteng, Kalapas Gunung Sugih, Satpol PP, Komisioner Bawaslu Lamteng, Komisioner Bawaslu Provinsi Lampung, Ketua PMII Lamteng, Ketua LPA, serta Pemuda, pemudi NU dan Muhamaddiyah. (jn)

Post a Comment

Powered by Blogger.