Halloween party ideas 2015

Ganda Hariyadi
LAMPUNG TENGAH, JNNews --
Ketua PWI Lampung Hi. Nizwar, SE melalui Ketua PWI Lampung Tengah Ganda Hariyadi menyatakan, siap melunasi tunggakan salah satu siswa SMK N 3 Terbanggi Besar, yang mengakibatkan siswi bernama Fitriiana sempat tidak diperbolehkan pihak sekolahnya mengikuti ujian karena dengan alasan  tunggakan biaya komite sebesar Rp 4.7 juta belum terbayar atau terlunasi oleh siswanya.

Dalam hal ini, ketua PWI Lampung Tengah Ganda Hariyadi mengecam, tindakan pihak sekolah dan komite sekolah SMKN 3 Terbanggi Besar yang sempat menahan nomor ujian Fitriana, ia mengganggap sikap pihak sekolah kurang bijak.

"Ini tentunya merupakan kesalahan besar antara komite dan pihak sekolah yang terlalu menekan biaya komite bagi siswa yang dinyatakan tidak mampu, padahal ini semua bisa dilakukan dengan cara memanggil walinya, apakah tidak terbayang jika kekalutan ini menimpa anak atau keluarga kita, apalagi siswi tersebut memiliki Kartu PIP dan PKH ditambah lagi dengan surat keterangan tidak mampu dari aparat kampung setempat," ujarnya.

Persoalan seperti ini  seharusnya dituntaskan hingga ke akar permasalahan, dengan harapan kejadian serupa tidakkan terulang kembali, sehingga masalah - masalah ini tidak ada lagi, prioritas siswi tidak mampu sebaiknya jangan sampai ditahan nomor ujiannya, "Lakukan langkah yang bijak, baik itu Komite maupun pihak sekolah, coba bersikap sedikit memiliki rasa kasihan terhadap siapapun siswa siswinya, biarkan yang bersangkutan mengikuti tahapan ujian, siswa tersebut tidak akan melarikan diri alias 'minggat' toh ijazahnya mesti akan ia ambil juga, saya dalam waktu dekat akan berkunjung ke sekolah tersebut, guna menalangi pembiayaan siswi tersebut," tegas Ketua PWI ketika dikonfirmasi tanggapannya terhadap ulah otoriter Komite dan Sekolah tersebut. 

"Atas nama PWI provinsi Lampung, saya Ketua PWI Lampung Tengah siap membackup biaya siswa tersebut hingga lulus sekolah, bila perlu melalui jajaran saya akan minta tolong  nomor rekening Kepala Sekolah atau Ketua Komitenya, saya yang akan transfer," tegasnya.
Terakhir dipaparkan bahwa pihak jajaran Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Lampung Tengah, sangat tidak sependapat dengan lembaga yang nota bene menciptakan kader - kader bangsa yang memiliki semangat belajar tinggi, "siswa maupun siswi yang semacam ini harusnya dipacu, didorong, didukung, disuport dan dipupuk, siapa tahu anak tersebut memiliki bakat yang fotensi menunjang nama baik daerah khususnya Kabupaten Lampung Tengah, minimal akan sangat bermanfaat terhadap orang tua atau keluarganya. (*)

Post a Comment

Powered by Blogger.