Halloween party ideas 2015

Ngatino HS. (foto:jn)
LAMPUNG TENGAH, JNNews -- Tim Bina Keluarga Balita (BKB)  menetapkan Kampung Adijaya Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah peringkat kedua kampung penderita Stunting (kondisi tinggi badan  seseorang jauh lebih pendek dari usia, faktor utamanya kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun).

Tidak tanggung-tanggung, BKB menetapkan berdasarkan pengukuran jumlah balita atau sekitar 30 persen balita di Adijaya mengalami Stunting.

Penetapan itu tidak lantas membuat Kepala Kampung (Kakam), Ngatino HS mempercayai begitu saja data yang disajikan tim BKB,   pihaknya tetap minta diukur ulang.

"Kami masih meragukan hasil pengukuran yang dikeluarkan BKB, tidak mungkin 30 persen Balita di Kampung Adijaya menderita Stunting," tegas Kakam Ngatino HS, Selasa (14/05/2019).

Dia berpendapat, pemerintah kampungnya  sangat fokus terhadap persoalan gizi dan pertumbuhan balita, sebagian dana desa telah dialokasikan untuk kepentingan kesehatan bayi dan permintaan kebutuhan  alat kesehatan Posyandu selalu dipenuhinya.

"Ga mungkin lah kalau Kampung Adijaya sebagai kampung penderita Stunting, pak Camat saja ga percaya, gak mungkin," tegas Ngatino.

Dengan ditetapkan sebagai kampung penderita Stunting walau masih meragukan, Kakam tetap mengambil langkah strategis dengan mengumpulkan perangkat kampungnya, bidan-bidan kampung dan kader-kader  Posyandu.

"Dengan adanya persoalan ini, saya telah mengumpulkan bidan-bidan kampung dan kader-kader posyandu untuk mendata ulang seakurat mungkin jumlah balita yang ada dan kami juga  telah mengajukan usulan pengukuran ulang," terang Ngatur.

Ironisnya, Kampung Adijaya ditetapkan sebagai kampung penderita Stunting namun yang mendapatkan alokasi bantuan dana penanggulangan Stunting justru Kampung Indra Putra Subing dan Kampung Terbanggi Besar, masing-masing mendapatkan Rp 100 juta.

"Kampung Adijaya ditetapkan sebagai peringkat kedua penderita Stunting tapi yang mendapatkan bantuan malah Kampung Indra Putra Subing dan Terbanggi Besar, dananya Rp 100 juta, kalau memang Kampung kami sudah ditetapkan, seharusnya Kampung Adijaya yang mendapatkan bantuan bukan kampung lainnya, jadi rasanya aneh saja," ungkap. (jn)

Post a Comment

Powered by Blogger.